Manado – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Minahasa Selatan (Minsel), AKBP Benny Bawensel terancam dicopot dari jabatan jika terbukti memihak oknum-oknum tertentu untuk melindungi tambang emas yang ada di Kecamatan Ratatotok.
Hal itu dikatakan Kapolda Sulut, Wilmar Marpaung ketika menggelar dialog bersama warga Desa Basaan, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Selatan beberapa waktu lalu. Kapolda mengatakan, Kapolsek Ratatotok, Ipda Wensy Saerang telah diberhenti tugaskan karena terbukti memihak kepada kubu tertentu serta tidak melakukan tugas sebagaiman seorang anggota Polri.
Selain memberhentikan Kapolsek Ratatotok, pihaknya juga telah meledakkan 17 titik lubang serta memasang police lin di sekitaran tambang tersebut. Kapolda Sulut juga telah memerintahkan anggota dari Satuan Brigade Mobile (Brimob) untuk tetap stanby di daerah tersebut. Ia menginstuksikan, jika ada masyarakat yang berani masuk di daerah tambang yang sudah dilingkari police lin agar segera diamankan. Dan jika melawan segera dilumpuhkan.
Meski begitu, sikap pro aktif pihak Polda Sulut sendiri kini mulai mendapat ujian. Pasalnya, salah satu pemilik tambang yang mengkalim bahwa tambang di Ratatotok adalam milik mereka mulai berusaha mendekati Kapolda Sulut, Wilmar Marpaung untuk mendukung dirinya mendapatkan tambang itu.
Dari pantauan Cybersulutnews.co.id, oknum tersebut sering datang mengunjungi Kantor Mapolda Sulut namun, belum berhasil bertemu Kapolda karena selalu ditolak. Selang dua minggu ini, oknum pengusaha kaya raya itu selalu muncul sekitar pukul 17.00 Wita bagaikan hantu. Oknum itu sendiri tak kelihatan lagi setelah Kapolda Sulut memerintahkan anggotanya untuk meledakkan lubang tambang yang dinilai menjadi pokok permasalahan. Berepapa warga Ratatotok mendukung tindakan Kapolda Sulut, Wilmar Marpaung dalam mengambil solusi meledakkan 17 titik lubang tambang di Ratatotok.
“Itu yang selalu menjadi pokok permasalahan. Saya mendukung tindakan dari Kapolda saat ini. Saya berharap polisi benar-benar menjalankan tugas dengan baik dan tidak memihak kepada oknum yang kaya raya agar kami dilengserkan,” tutur warga Ratatotok yang enggan namanya dipublikasi.
Kepada Cybersulutnews.co.id, ia pun mengaku, sebelum Kapolda Wilmar Marpaung, ada anggota polisi yang bernama Weno mengunjungi warga di tambang tersebut kemudian menyodorkan dua surat yakni, surat penahanan dan surat kerjasama.
“Dia (Weno, red) mengatakan kami hanya punya dua pilihan yakni, menandatangani surat kerja sama dan surat penahanan. Kami pun bingung apa arti surat yang disodorkan oknum polisi itu. Tapi itu sebelum Kapolda sekarang (Wilmar Marpaung, red),” aku warga kepada Cybersulutnews.co.id.
Mereka bersyukur karena Kapolda telah memerintahkan Kapolsek Ratatotok untuk dipindah tugaskan karena selalu memihak kubu tersentu.
Seperti dalam pemberitaan Cybersulutnews.co.id sebelumnya, Kapolda Sulut, Brigjen Pol Wilmar Marpaung menegaskan, tambang di Desa Basaan, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Selata (Minsel) membawa petaka bagi warga Ratatotok.
“Tambang di Ratatotok itu berkah tapi jadi malapetaka, mengingat terjadinya perselisihan antara kubu dari CI Gin dan Tetty hingga terjadila pengrusakan Kantor Polsek Ratatotok serta pembakaran rumah milik Ci Gin,” kata Kapolda Sulut, Kamis (30/04/2015).
Selain mengrusak kantor Polsek Ratatotok dan membakar rumah serta barang milik Ci Gin kata Kapolda, kedua kubu itu pun berani menutup jalan masuk menuju Ratatotok demi memperebutkan tambang tersebut. Untuk mencegah terjadinya aksi anarkis lainnya, Kapolda Sulut telah memerintahkan anggotanya untuk berjaga di lokasi tambang yang dianggap pembawa petaka, serta memasang polisi line di tambang tersebut. Soal pengrusakan Kantor Mapolsek Ratatotok dan rumah milik Ci Gin yang diduga dilakukan orang-orang dari kubu Tetty karena diduga adanya profokasi dari oknum tertentu hingga warga berani melakukan aksi anarkis tersebut.
“Dalam aksi anarkis itu, ada lima warga yang kita amankan. Namun sebagian dilepas karena tidak cukup bukti. Sedang satu warga berinisial KD alias Kadir kita tahan karena diduga melakukan pengrusakan,” terangnya.
Untuk oknum polisi yang ada di Ratatotok yang disebut warga memihak salah satu kubu terancam dimutasi dari lokasi tersebut. Salah satunya Kapolsek Ratatotok, Ipda Wensy Saerang, serta beberapa oknum polisi lainnya yang dinilai memihak kubu-kubu tertentu. Sedang untuk Akta Jual Beli atau AJB milik Ci Gin yang mengkaim lahan pertambangan itu adalah miliknya lanjut Jendral bintang satu itu, masih akan dicek kebenarannya.
“Kita masih akan mengecek kebenaran AJB milik Ci Gin, apakah itu asli atau tidak. Siapa yang mengeluarkan AJB itu akan kita selidiki,” paparnya.
Dari informasi yang dirangkum Cybersulutnews.co.id, acara GAMKI yang digelar di Hotel Aryaduta manado itu, Kapolda Wilmar marpaung terus dicecer sejumlah pertanyaan mengenai tambang Ratatotok. Sebelumnya, Kapolda Sulut telah menggerar dialog bersama masyarakat Desa Basaan, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minsel membahas perselisihan yang mengakibatkan rusaknya Kantor Mapolsek Ratatotok serta pembakaran rumah Elisabeth Lalujan (Ci Gin).
Selain melakukan diskusi, Kapolda juga memerintahkan pasukannya yang ada di Polres Minsel serta Polda Sulut untuk standby di daerah yang dinilai ‘rawan’ itu. Sikap itu diambil kata Kapolda, untuk mencegah terjadinya tindakan anarkis lain yang nantinya dilakuka warga. Kepada warga Kapolda mengatakan, dalam melakukan penindakan polisi tidak akan memihak.
Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum seperti main hakim sendiri.
“Prinsipnya siapapun yang salah harus ditindak. Hukum harus ditegakkan, dan polisi bekerja secara professional, polisi tidak akan memihak. Bila ada yang merasa dirugikan, maka segera lapor ke pihak yang berwajib,” kata Kapolda kepada warga saat menggelar dialog.
Ia pun mengingatkan kepada masyarakat, apabila terdapar oknum polisi yang bertindak melampui batas kewenangan agar segera melaporkan oknum tersebut. “Polisi tidak akan pilih kasih, siapa salah salah akan ditindak,” jelasnya.
Dialog warga Desa Basaan bersama Kapolda berlangsung lancar dan tertib hingga usai. Kapolda yang didampingi puluhan personil bersenjata lengkap setibanya di Ratatotok langsung melakukan dialog di Kantor Mapolsek Belang. Dengan sabar Kapolda mulai mendengar satu persatu keluhan warga.(jenglen manolong)



















