Konflik Remboken, Pemerintah Leleko Bantah Lakukan Penyerangan ke Paslaten

Minahasa – Terkait pertikaian antara Desa Leleko dan Talikuran Kecamatan Remboken yang menelan korban jiwa, Jimmy Suoth (31), warga Desa Leleko Jaga III, Senin (17/08) malam, sekitar pukul 20.00 wita, dimana menyebutkan bahwa Leleko yang lebih dahulu melakukan penyerangan, dibantah warga Leleko.

Sekretaris Desa Leleko, Jemmy Kalangi kepada Cybersulutnews.co.id, Selasa (18/08) mengatakan, laporan polisi yang dibacanya di media ini yang menyebutkan penyerangan ke acara syukuran 40 hari di salah satu rumah di Desa Paslaten, yang dimana ada berkumpul warga Talikuran, oleh pemuda asal Leleko, tidak benar adanya.

“Yang benar adalah, sejak sore hari, sejumlah pemuda asal Talikuran sudah lebih dahulu menyerang salah satu rumah warga di Desa Leleko dan melakukan penodongan dengan barang tajam. Oleh warga yang bersangkutan sudah dibuatkan laporan polisi di Polsek Remboken tapi oleh petugas hanya dikatakan nanti akan ditindaklanjuti,” ujar Kalangi.

Selanjutnya dikatakannya, persoalan kemudian berlanjut sampai malam harinya. Beberapa pemuda Leleko ini kemudian berjaga di perbatasan Leleko untuk mengantisipasi bila ada serangan dari Paslaten.

“Nah malam sekitar pukul 20.00 wita itu, sekelompok orang dari Talikuran kemudian memang datang menyerang termasuk menyerang korban yang mengakibatkan Jimmy kena tikaman di paha kanannya. Kami membantah keras bila Leleko dituding lakukan penyerangan lebih dahulu,” tandasnya, sembari menyesalkan lambatnya penanganan Polsek Remboken yang akhirnya berbuntut pada kasus pembunuhan ini.

Sementara, informasi terakhir di Remboken hingga berita ini diturunkan belum kondusif karena antar warga dan aparat Kepolisian dan TNI masih berjaga.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan