BLH Sulut akan Launching Program Kali Bersih

Manado – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Sulut akan mencanangkan program kali bersih. Kegiatan ini akan dilaksanakan bersamaan dengan pencanangan program Gerakan Sulut Menanam (GSM) yang digagas Dinas Kehutanan Provinsi Sulut.

Kepala BLH Sulut, Roy Mewoh kepada sejumlah wartawan, Kamis (22/10/15) mengatakan, Gubernur Sulut Soni Sumarsono sendiri yang akan mencanangkan kegiatan yang rencananya dilaksanakan pada 21 November 2015 mendatang.  “Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga dan memelihara kebersihan sepanjang aliran sungai di Sulut,” ujar Mewoh.

Dikatakannya, saat ini BLH Sulut tengah melakukan pemantauan di beberapa sungai di Sulut. Sungai yang tingkat pencemarannya paling tinggi kemungkinan akan menjadi objek dari program bersih kali ini.

Selain program kali bersih, lanjut Mewoh, saat ini BLH tengah melaksanakan kegiatan penyelematan Sumber Mata Air dengan mengadakan penanaman pohon di sumber-sumber mata air di Sulut. “Kegiatan ini bekerjasama dengan Dishut dan bertujuan untuk menggugah kesadaran masyarakat dalam memelihara, merawat dan menjaga sumber mata air,” ungkap mantan Kasat Pol PP Sulut.

Pria yang dikenal banyak melakukan berbagai terobosan penting selama menjabat Kasat Pol PP ini kemudian menjelaskan bahwa kegiatan penyelamatan sumber air melibatkan kelompok masyarakat, LSM atau pegiat lingkungan hidup, di mana biaya penanaman ditanggung BLH Provinsi, sedangkan bibit pohon yang akan ditanam disediakan Dishut.

“Sumber mata air perlu diselamatkan guna keberlangsungan mahluk hidup dan mendukung kebutuhan hajat hidup orang banyak,” katanya.

Mewoh mengakui, berubahnya lingkungan dan bertambahnya jumlah penduduk beberapa sumber mata air mengalami kerusakan dan kritis. Sementara, lanjutnya, kebutuhan akan sumber baku air bersih terus bertambah. “Apabila sumber mata iar tidak dirawat dan diselamatkan dari kerusakan akan berakibat terjadinya krisis air yang bisa mengancam kehidupan makhluk hidup,” ungkapnya.

Salah satu kiat menjaga sumber mata air agar tetap lestari, menurut Mewoh salah satunya melakukan reboisasi dengan menanam berbagai pohon di daerah hulu, gunung-gunung dan lahan-lahan sekitar sumber mata air sebagai daerah serapan air, sehingga sumber baku air bisa terpelihara dengan baik dan mampu mengeluarkan air setiap waktu guna menopang kehidupan.

Tinggalkan Balasan