BP4K Minahasa: Cuma 115 Hektar Lahan Pertanian Terparah Kena Dampak Letusan Gungung Soputan

Minahasa – Hasil pengumpulan data yang dilakukan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Minahasa, sebanyak 150 hektar lahan pertanian yang sudah ditanamai, terkena dampak letusan Gunung Soputan di perbatasan Kabupaten Minahasa dan Minahasa Tenggara, beberapa waktu lalu.

Hal tersebut dikatakan Kepala BP4K Minahasa, Viktor Torar, kepada Cybersulutnews.co.id, Kamis (14/01). Menurutnya, dari 150 hektar lahan pertanian yang terkena dampak tersebut, 115 hektar diantaranya mengalami kerusakan terparah.

“Sesuai data yang dihimpun tim di lapangan, khusus untuk lahan pertanian ada sekitar 150 hektar yang terkena dampak. Dimana 115 hektar diantanya terparah dengan jenis tanaman Jagung, Tomat, Cabe dan beberapa jenis sayuran,” terang Torar.

Menurutnya, 115 hektar lahan dengan dampak terparah ini tersebar di Desa Raringis raya, Noongan Raya, Tumaratas dan Ampreng Kecamatan Langowan Barat.

“Dari sejumlah tanaman pertanian yang terkena dampak ini, hanya tanaman Batang Bawang dan Bawang Merah yang terlihat agak aman. Bersyukur hujan langsung turun saat itu dan meminimalisir kerusakan tanaman,” ujarnya.

Disinggung langkah tindak lanjut yang ditempuh BP4K, Torar mengatakan, pihaknya belum bisa mengambil tindakan sekarang karena masih sementara pendataan lewat penyulu pertanian di setiap Desa, mana saja petani yang mengalami kerugian.

“Kami data per petani dan komoditi apa yang ditanam. Selanjutnya kami membuat laporan ke Dinas Pertanian untuk selanjutnya membuat kajian soal bantuan. Kemungkinan bisa ada bantuan dari pertanian, hanya saja belum bisa sekarang karena harus dikaji lagi, mungkin saja nanti pada anggaran perubahan baru akan tertata,” ungkap Torar lagi.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan