Dititip di Dinkes, PKK Sulut Kelola Rp 3,9 Miliar untuk Tingkatkan Gizi Anak

Manado – Pemprov Sulut melalui Dinas Kesehatan telah menganggarkan sekira Rp 3,9 miliar untuk peningkatan gizi anak anak Sulut pada APBD 2017.

Untuk itu, TP PKK Provinsi Sulut boleh bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk mengelola dana itu melalui program kesehatan di antaranya pelaksanaan Pelayanan Posyandu dan program kesehatan lainnya.

Demikian disampaikan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE saat menghadiri Hari kesatuan gerak PKK ke-45 dan pelantikan pengurus TP PKK Provinsi Sulut periode 2017-2022, Selasa (21/03) di ruang CJ Rantung.

Menurut Gubernur, program peningkatan kesejahteraan dan kesehatan keluarga sangat penting demi masa depan generasi Sulut yang sehat dan sejahtera.

Apalagi, kata Gubernur, pelayanan Posyandu harus kembali digalang di setiap kabupaten dan kota. “Nah, ini mendorong agar pokja dan para ibu dapat turun langsung ke desa desa yang ada di daerah ini, agar kita memperoleh generasi yang sehat dan keluarga yang sejahtera,” tandas Gubernur yang didampingi Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw, Sekprov Edwin Silangen SE MS dan sejumlah pejabat teras lingkup Pemprov Sulut.

Dengan begitu, kata dia, PKK tidak hanya menjalankan program seremonial saja, tetapi dapat bersama pemerintah daerah melaksanakan program prioritas pembangunan melalui pelayanan yang nyata sesuai kebutuhan masyarakat.

Gubernur juga menyentil program bantuan bagi siswa yang berprestasi yang nota bene, tidak mampu di Sulut yang mencapai sekira 3.000-an, dimana TP PKK juga bisa bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulut untuk boleh menyukseskan program yang sudah tertata dan sudah dianggarkan oleh instansi terkait.

“Termasuk PAUD, dimana pada setiap Kabupaten dan Kota, terdapat PAUD yang dikelola TP PKK Provinsi, bekerjasama dengan TP PKK setempat dan Dinas Pendidikan,” ujar Gubernur.

Dalam kesempatan yang sama Ketua TP PKK Sulut Ir Rita Tamuntuan mengajak para kader PKK untuk terus bersemangat melaksanakan sejumlah program menuju keluarga sehat dan sejahtera.

Ny Rita beralasan, akselerasi program PKK perlu dilaksanakan dan parut mengikuti perkembangan dan tidak terbelenggu pada program biasa, akan tetapi ada program prioritas yang sesuai kebutuhan daerah. Hal ini sejalan dengan program nasional dimana PKK pusat juga telah melakukan kerjasama dengan kementerian diantaranya Kementerian Pertanian, Kependudukan, dan BKKBN.

“Peringatan ini menjadi momentum untuk mengevaluasi dan menilai kemajuan dan keberhasilan, dan program yang sudah dilakukan, sehingga apa yang belum dicapai, dapat dilanjutkan,” tandas Ketua TP PKK Sulut ini.

Karena program TP PKK tidak bisa terlepas dari program pemerintah daerah, maka pihaknya meminta dukungan dari pemda agar program PKK guna meningkatkan taraf hidup sejahtera dan hidup lebih sehat, dapat berjalan lancar dan sukses.

Dia pun tidak lupa berpesan kepada para kader PKK, agar terus meningkatkan kreativitas dan daya inovasi serta mau bekerja keras untuk masyarakat luas dan memanfaatkan pelarangan rumah untuk menanam kebutuhan dapur.

“Mari gunakan halaman rumah untuk kebutuhan dapur. PKK harus hidup bersih dan sehat dan menjaga lingkungan,” ujar Ny Rita.

Dalam kesempatan yang sama Wakil Ketua TP PKK Sulut dr Kartika Devi Tanos MARS, turut membacakan riwayat berdirinya PKK di tanah air.

Diakhir kegiatan, dilakukan pemasangan dan peniupan lilin serta pemotongan kue HUT ke 45 Hari Kesatuan Gerak PKK.

Tinggalkan Balasan