Minut – Di tengah tantangan penurunan dana transfer daerah tahun 2026 sebesar 520 Miliar Rupiah untuk Provinsi Sulawesi Utara dan sekitar 3 Triliun Rupiah secara keseluruhan di Sulawesi Utara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menegaskan komitmennya untuk tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur.
Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Biro Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (23/10/2025) di Sentra Hotel Minahasa Utara.
Kegiatan yang diikuti pemerintah 15 Kabupaten-Kota se-Sulut ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah, merumuskan langkah-langkah strategis, dan menyusun rekomendasi terkait pembangunan infrastruktur.
Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa meskipun anggaran berkurang, kegiatan fisik di lapangan tidak akan mengalami penurunan.
“Kita akan memaksimalkan setiap peluang, termasuk Inpres pembangunan jalan, dan memastikan sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah tetap terjaga,” ujarnya.
Gallang juga menekankan pentingnya evaluasi dan sinkronisasi program pembangunan, dengan visi misi yang selaras antara pemerintah pusat dan daerah.
“Kita harus kembali ke era di mana APBD yang terbatas tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, terutama dalam pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan,” tambahnya.
Dengan alokasi minimal 40 persen untuk infrastruktur publik, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara optimis dapat merealisasikan anggaran dengan baik, seperti tahun-tahun sebelumnya yang mencapai rata-rata 95 persen.
“Pengelolaan keuangan yang baik dan evaluasi yang berkelanjutan adalah kunci untuk menghadapi tantangan ini,” tegas Gallang.
Forum tersebut juga menjadi ajang untuk saling berbagi informasi dan melakukan sinkronisasi program infrastruktur antar kabupaten, sebagai persiapan untuk tahun 2026 di mana dana transfer diperkirakan masih akan mengalami penurunan.
Meskipun demikian, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen untuk memastikan manfaat pembangunan tetap dirasakan oleh seluruh masyarakat.




















