Manado – Di balik gemerlap jabatan dan kedudukan publik, ada ancaman serius yang terus mengintai korupsi.
Wakil Ketua KPK RI, Ibnu Basuki Widodo, dalam Rapat Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi di ruang C J Rantung Kantor Gubernur Sulawesi Utara, mengingatkan bahwa korupsi bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil menyatu dari lima faktor yang mendorong pejabat tergelincir.
Lima faktor tersebut, yaitu :
Rasionalisasi (Rationalization)
Para pelaku seringkali membenarkan tindakan mereka dengan alasan-alasan yang kelihatan logis di pikiran sendiri, meskipun merugikan publik.
“Ini seperti menutupi kebusukan dengan cat baru,” ujar Ibnu.
Tekanan (Pressure)
Tekanan bisa datang dari dalam diri, seperti beban kebutuhan pribadi atau ekspektasi perusahaan, maupun dari luar, termasuk tarikan politik dan ekonomi yang tidak terhindarkan. Tekanan ini memaksa pejabat serakah untuk mencari ‘jalan pintas’.
Kesombongan (Arrogance)
Sikap superior, angkuh, dan serakah yang melekat pada beberapa pejabat membuat mereka merasa aturan tidak berlaku bagi diri sendiri. Self-interest jadi penguasa, menghancurkan integritas.
Kemampuan (Capability)
Kekuasaan, jabatan, dan pengetahuan sistem memberikan kemampuan untuk memanipulasi dan menyalahgunakan wewenang tanpa mudah terdeteksi, membuka celah besar untuk korupsi.
Kesempatan (Opportunity)
Sistem yang lemah dan pengawasan yang minim memberikan ruang bebas bagi pelanggaran. Kesempatan seperti ini bagaikan undangan terbuka bagi perilaku koruptif.
Ibnu Basuki Widodo menegaskan pentingnya kesadaran kolektif dan penguatan sistem agar Sulawesi Utara tidak menjadi lahan pertumbuhan korupsi.
“Korupsi merusak tatanan pembangunan dan kepercayaan masyarakat. Ini bukan hanya soal hukum, melainkan perlawanan terhadap masa depan bangsa,” katanya.
Pesan tegas itu menjadi panggilan bagi setiap pejabat dan masyarakat Sulawesi Utara untuk ikut mengawasi dan menolak setiap godaan korupsi.
Tidak ada ruang toleransi lagi, karena korupsi bukan hanya kejahatan atas uang Negara, tapi juga penghianatan terhadap rakyat.



















