
Minahasa – Tak terima karena aspirasi diabaikan pihak perusahan, ratusan warga Desa Tember, Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa, melakukan aksi blokade jalan yang menjadi akses PT Pertamina Geotermal Energy (PGE), menuju ke lokasi pengeboran panas bumi di wilayah Desa tersebut, Selasa (07/01), sejak 04.00 wita dinihari.
Aksi ini sendiri dilakukan warga sebagai bentuk protes atas sikap PGE yang tidak terlebih dahulu memberikan sosialisasi kepada warga terkait akan ada aktivitas pengeboran di wilayah mereka tinggal.
“Ini bentuk pelecehan terhadap warga sini,” ujar tokoh masyarakat Desa Tember, Albert Ben Sondakh.
Menurutnya, pihak PGE tidak pernah memberi tahu dampak dari masalah pengeboran ini kepada warga, sehingga terkesan menutup-nutupi.
“Permintaan warga ini bukan baru sekali dilayangkan ke PGE, namun hingga saat ini, meski aktifitas telah berjalan, tidak ada respon positif dari pihak PGE,” ujar Sondakh yang di aminkan seluruh warga yang melakukan aksi ini.
Lanjut dikatakannya, blokade jalan menuju lokasi pengeboran ini sudah di lakukan sejak pukul 12 malam dan telah menghubungi pihak Polsek setempat terebih dahulu. Bahkan, menurut Sondakh, aksi ini akan terus dilakukan hingga mendapat respon dari PGE.
“Warga telah sepakat akan mendirikan tenda dan tetap memblokade akses masuk ke wilayah pengeboran, hingga pihak PT PGE memberikan respon dan memenuhi tuntutan warga disini,” tandasnya.
Sementara, pihak PT PGE sendiri, hingga berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi.(fernando lumanauw)




















