Kenaikan Harga LPG Picu Manado Alami Inflasi 1,06 Persen

Manado- Kenaikan harga bahan bakar rumah tangga atau LPG memicu Kota Manado, provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengalami inflasi di bulan Januari 2014 sebesar 1,06 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Faizal Anwar mengatakan bahan bakar rumah tangga merupakan indikator terbesar kedua penyebab inflasi di Kota Manado sesudah tukang bangunan bukan mandor yakni menyumbang 13.8095 persen dengan andil 0,50 persen dalam inflasi bulan Januari 2014. “Untuk bahan bakar rumah tangga sebesar 24,351 persen dengan andil dalam inflasi sebesar 0,45 persen,” katanya.

Katanya, bahan bakar rumah tangga diakhir tahun hingga awal tahun 2014 mengalami peningkatan baik itu LPG 12 kg yang dinaikkan langsung oleh pemerintah juga LPG 3 kg yang harganya naik secara sepihak. “Banyak pangkalan dan toko-toko yang menaikkan harga LPG 3 kg secara sepihak hingga Rp40.000 per tabung,” katanya.

Lanjut ia katakan, selain tukang bukan mandor, bahan bakar rumah tangga yang memicu inflasi juga ikan tindarung, cakalang, air kemasan, biji nangka, cuci kendaraan, mie, kangkung dan beras. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga, katanya yakni cabe rawit, tomat sayur, bawang merah, emas perhiasan, cabai merah, lemon, gula pasir, bayam, buncis dan bawang putih. berdasarkan hasil pantauan BPS manado pada Januari 2014 terjadi inflasi 1,06 persen atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 108,15 pada Desember 2013 menjadi 109,30 pada Januari 2014. “tingkat inflasi tahun kalender Januari 2014 1,06 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 7,01 persen,” jelasnya.(nancy)

Tinggalkan Balasan