
Manado – Permintaan sejumlah bahan kebutuhan pokok diprediksi meningkat jelang Bulan Suci Ramadan hingga Idul Fitri.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut Olvie Atteng, Senin (23/6/2014).
Peningkataan permintaan terbesar untuk kebutuhan bahan baku kue seperti mentega dan telur, masing-masing diprediksi akan meningkat sampai 200 persen dari hari normal.
Semisal mentega, akan meningkat sampai 720 ton, “Dibandingkan bulan-bulan normal kebutuhan 240 ton, memang meningkat kira-kira 200 persen,” ungkapnya.
Untuk telur kata Wajong, pada bulan normal kebutuhannya 19,500,000 butir, saat Ramadan diprediksi akan naik sampai 58,500,000 butir.
Ia menjelaskan, untuk gula diprediksi akan melonjak kebutuhannya sampai 50 persen dari bulan biasa, dari 7600 ton saat normal, naik sampai 11,400 ton.
Prediksi kenaikan paling besar justru konsumsi daging ayam yang mencapai 230 persen. Saat normal kebutuhan per bulan 1,550 ton, namun saat hari raya diprediksi mencapai 5,115 ton.
“Untuk daging sapi di Sulut tidak begitu bergejolak, beda dengan daerah lain di Jawa, hanya memang diprediksi ada kenaikan permintaan sampai 200 persen,” kata dia. Lanjutnya,Prediksi ini berdasarkan hitungan kebutuhan per orang perbulan, kemudian dikalikan dengan jumlah penduduk.
Sedangkan Kabid Perdagangan Dalam Negeri Hannt Wajong mengungkapkan, meski diprediksi alami lonjakan kebutuhan bahan pokok,tak ada yang perlu dikhawatirkan, hasil kordinasi dengan distributor atau pemasok bahan okok, kebutuhan dasar jelang hari raya masih tercukupi. “Sudah koordinasi dengan distributor bahwa menjelang Lebaran posisi behan kebutuhan pokok rata-rata aman,” sebutnya.
Ia mencontohkan, stok gula saat ini mencapai 11,800 ton, dan bisa bertahan hingga 1,5 bulan ke depan. Bahkan untuk mentega (stok 850 ton), terigu (5400 ton) masih bisa bertahan sampai 3 bulan ke depan. “Kalau minyak goreng tak perlu khawatir karena produksi tiap hari, ketersedian ada,” kata dia. Sementara daging ayam bisa bertahan. 1 bulan, stok yang ada sebanyak 2080 ton.(tcm)




















