Satu Mahasiswa Tewas Ditikam Orang tak Dikenal

Manado – Kekerasan menggunakan senjata tajam kembali terjadi di kota Manado dan mengakibatkan nyawa satu mahasiswa melayang.

Penyerangan dilakukan empat orang tidak dikenal dengan menggunakan senjata tajam terhadap empat orang mahasiswa di sebuah kamar kos di Jalan Panjaitan, Kelurahan Calaca Kecamatan Wenang, lingkungan dua, Jumat malam (5/9/2014). Satu mahasiswa tewas, dua lainnya dalam kondisi kristis, satu mahasiswi lagi dapat menyelamatkan diri.

Tiga mahasiswa yang jadi korban adalah, Yunus Ramaleah (21), korban tewas adalah mahasiswa Universitas Veteran RI Makassar, Anto Ridwan (19), adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ternate, Maluku Utara dan Lisna (19), mahasiswi Stikes Manado. Sementara Risna (19), mahasiswi Stikes Manado semester tiga, luput dari penyerangan.

Kronologi kejadian bermula saat keempat mahasiswa ini sedang asik nonton TV sambil bergurau di dalam kamar kos, sekitar pukul 21.50 Wita. Tiba-tiba datang empat orang bersenjata pisau (badik), masuk dan menanyakan salah satu lelaki di dalam kamar. Yang dicari empat anggota kawanan itu adalah Anto, Anto (korban) lalu bersembunyi di balik pintu.

Saat mengetahui Anto berada di balik pintu, tiba-tiba dua pelaku langsung menyerang Anto, sedangkan satu pelaku lainnya menyerang korban lainnya Yunus. Risna yang panik berhasil lari keluar kamar mencari pertolongan. Keempat pelaku itu cekatan memukul para korban kemudian para pelaku lari meninggalkan kos, Saat Risna dan warga kembali ke kamar kos hendak menolong ketiga korban itu, mereka mendapatkan ketiganya sudah terkapar berlumuran darah di lantai.

Yunus menderita luka robek di kepala bagian kiri akibat terkena senjata tajam (pisau), serta luka tusuk di punggung, yang membuatnya tak mampu bertahan dan akhirnya meninggal dunia. Sementara itu Anto mendapatkan luka tikam di punggung kiri serta luka robek di lengan kanan atas. Sedangkan lisna juga mendapat luka tikaman di punggung. Ketiga korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Wolter Monginsidi Teling untuk mendapatkan perawatan. Tapi dalam perjalanan, Yunus menghembuskan nafas terakhir dan nyawanya tak tertolong.

Pantauan di lapangan, saat berada di Rumah Sakit Wolter Monginsidi, isak tangis mengiring kepergian Yunus, sanak kerabat dan teman-teman kampus para korban berdatangan menyaksikan musibah yang dialami teman kampus mereka. Risma tampak terpukul saat melihat jenazah kekasihnya (Yunus) terbujur kaku di kamar jenazah.

Kekasihnya Yunus baru satu hari berada di Manado dan berencana akan melanjutkan perjalanan berangkat ke Makasar Sabtu (6/9/2014), apa daya Yunus telah meninggal saat hendak menolong Anto yang sedang dikeroyok para pelaku.

Menurut keterangan seorang saksi bernama Risna, saat itu ia bersama pacarnya Yunus, dan Anto bersama Lisna sedang nonton dikamar Lisna. “Tiba-tiba datang empat orang, dua pake helm, dan dua bawa pisau,” Risma saat itu.

Kasat Reskrim Polresta Manado, AKP Dewa Made Palguna mengatakan masih melakukan pengembangan dengan mencari informasi dari berbagai pihak, untuk mengungkap identitas para pelaku serta motif penyerangan.

“Dua korban masih belum bisa dimintai keterangannya karena masih dalam perawatan, begitu juga dengan satu saksi lain, rupanya dia shock,” ujar Palguna di RS Wolter Monginsidi Teling, Sabtu (6/9/2014) dini hari.

Begitu pun dengan motif penyerangan, mantan Kasat Reskrim Polres Minahasa ini mengatakan masih dalam pendalaman. “Masih kami dalami siapa pelakunya dan motif yang dilakukan para pelaku.” Tutup Palguna.(tmc/eve)

Tinggalkan Balasan