Jakarta – Terus gaungkan Pesona Minahasa 2017 di kancah nasional guna suksesnya Visit Minahasa Year, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kaupaten Minahasa Agustivo Tumundo SE MSi, jadi nara sumber di Focus Grup Discussion (FGD) tentang Tantangan dan Pengembangan Pariwisata, Bagaimana meningkatkan Kualitas Destinasi, Promosi dan SDM Pariwisata, yang digelar Duta Wisata Sulut (DWS) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Sulut dan Badan Penghubung Pemprov Sulut serta Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Jakarta, Rabu (25/01) sore, bertempat di Kampus AMI ASMI Pulomas Jakarta.
Dalam presentasinya, Tumundo menguraikan semua kelender even dalam rangka mensukseskan Pesona Minahasa 2017 yang sudah dicanangkan bersama. Dirinya berharap masyarakat Sulut yang ada di Jakarta maupun di manca negara untuk sama-sama mensukseskan Pesona Minahasa 2017 yang akan diawali dengan Festival Benteng Moraya dengan kegiatan Karnaval Bendi Hias mengelilingi kota Tondano raya, Minggu 29 Januari 2017 ini.
“Mengatasnamakan Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi dan Wakil Bupati Ivan SJ Sarundajang, saya mohon topangan doa dan dukungan kita semua untuk mensukseskan Pesona Minahasa 2017 ini,” kata mantan Kabag Humas dan Protokol Setdakab Minahasa ini, yang kala itu didampingi Plt Sekretaris Disbudpar Minahasa Jimy Pinangkaan SE MSi.
Sementara, kegiatan ini juga menampilkan nara sumber seperti Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar dan Bisnis Kementerian Pariwisata RI Dr Tazbir dan Tim Ahli Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Kemenpar RI Dr Danan, Walikota Manado Dr Ir GSV Lumentut dan Kadis Pariwisata Talaud Ronald Izack, dengan Penanggap Ketua KKK Jakarta Angelica Tengker, Ketua DWS Belanda Debby Mailoor, Ketua DWS Perwakilan Eropa Christine Rungkat, Hopitality Profesional Consultant Marthen Sumual dan Moderator Ketua DWS Jakarta Yerry Tawalujan.
Dalam materinya, Asdep Pengembangan Segmen Pasar dan Bisnis Tazbir mengatakan bahwa Menteri Pariwisata Dr Arief Yahya di segala kesempatan menegaskan Pariwisata sekarang harus menjadi penyumbang PDB, devisa dan lapangan kerja yang paling mudah dan murah.
Dikatakannya, tantangan pengembangan Pariwisata di Sulut diantaranya percepatan pembangunan infrastruktur, produk wisata yang berkualitas, even-even Promosi, Sapta Pesona dan Promosi serta Branding destinasi.
“Semua tantangan itu haruslah ditangani secara bersama oleh Pemerintah dan masyarakat di Sulawesi Utara termasuk Kabupaten Kota yang ada di dalamnya,” kata Tazbir.(fernando lumanauw)




















