APBL Sulut Terbentuk, Bupati JWS dan Ketua PKK Minahasa Masuk Deretan Pengurus

Minahasa – Kepengurusan Asosiasi Peneliti Bahasa Lokal (APBL) Cabang Sulawesi Utara, akhirnya resmi terbentuk dan dilantik Ketua APBL Nasional Prof Dr Made Budiarsa DIP TEFL MA, bertempat di Balai Pertemuan Umum Kelurahan Ranowangko Kecamatan Tondano Timur, Jumat (28/07) siang.

Dalam kepengurusan APBL Sulut ini, nama Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Minahasa DR Olga Sajow-Singkoh MHum, ikut termasuk sebagak pengurus. Bupati JWS masuk sebagai Anggota Dewan Pengawas dan Penasehat dan Olga Sajow-Singkoh sebagai Wakil Ketua Dewan Pengawas dan Penasehat.

Ketua APBL Nasional Made Budiarsa usai melantik pengurus ABPL Cabang Sulut mengatakan, ABPL ini penting dalam tugasnya melestarikan bahasa-bahasa lokal di tengah-tengah masyarakat Indonesia, yang merupakan kekayaan Nusantara.

“APBL mempunyai tujuan yang jelas untuk melestarikan bahasa lokal di Indonesia. Untuk itu, kiranya pengurus Cabang Sulut yang baru ini dapat menjalankan perannya dengan baik sebagaimana cita-cita APBL ini dibentuk,” ujar Budiarsa sembari membawakan materi singkat tentang APBL.

Sementara, Bupati JWS dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengurus APBL Nasional karena APBL boleh terbentuk di Sulut.

“Ini tentu akan memberikan dampak positif terhadap masyarakat Sulut dan secara khusus di Minahasa agar bisa menjaga dan melestarikan bahasa lokal masing-masing daerah, karena belakangan ini bahasa-bahasa lokal ini sudah semakin meredup,” kata JWS.

JWS kemudian berharap, dengan adanya APBL ini, nantinya akan melatih kembali generasi-generasi muda di Sulut dan Minahasa khususnya, bisa kembali berbahasa lokal dan cinta bahasa lokal. Dirinya berharap, Minahasa bisa menjadi triger untuk mengembalikan bahasa lokal itu menjadi bahasa pergaulan sehari-hari.

“Orang-orang sekarang lebih suka bahasa keren atau modern dan tak menggunakan bahasa lokal lagi dan belakangan bahasa lokal mulai hilang. Memang tidak semua wilayah di Minahasa tak lagi menggunakan bahasa lokal, di daerah-daerah pesisir Minahasa masih menggunakan bahasa lokal. Tapi, Tondano Kota sudah jarang, sehingga saya minta tugas adalah APBL bekerja sama dengan pemerintah untuk mengembalikan kecintaan masyarakat terhadap penggunaan bahasa lokal,” pungkas JWS sembari berjanji akan menyediakan anggaran untuk APBL, yang nantinya akan di masukkan dalam APBD.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan