Bagi Daerah dan Negara Lain Sesuatu yang Mewah, Wagub Steven Kandouw : Di Sulut Kerukunan itu Gaya Hidup

Manado – Wakil Gubernur (Wagub) Sulut Steven Kandouw menyatakan Kerukunan sudah merupakan gaya hidup bagi masyarakat di daerah Sulawesi Utara. Sebab rasa persaudaraan, rasa persatuan dan toleransi antar sesama manusia di daerah Nyiur Melambai telah tumbuh dan mengakar sejak jaman dulu.

“Kerukunan antar sesama manusia, bagi masyarakat di Sulut sudah menjadi hal yang biasa. Sebab kerukunan itu, adalah gaya hidup dan tradisi kita di daerah ini,” ungkap Kandouw saat membuka kegiatan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulut yang bertajuk Kerukunan Umat Beragama Pilar Kekuatan Bangsa di Sulut dengan tema Bangkit lebih kuat, bersatu dalam keberagaman, Kamis (18/8/2022), di lapangan KONI Sario Manado.

Dirinya juga menegaskan, bahwa di beberapa daerah bahkan di sebagian besar negara-negara yang ada di dunia, Kerukunan merupakan sesuatu yang sangat mahal dan sangat sulit dicapai dan dirasakan oleh manusianya.

“Tapi untuk masyarakat Sulut, bagi kita di Sulut, kerukunan dirasakan setiap saat dalam berkehidupan. Semantara di daerah lain, ataupun di negara negara lain, kerukunan merupakan barang langkah, atau menjadi sesuatu yang sangat mewah dan sangat mahal harganya. Akan tetapi bagi kita yang ada di Sulut, kerukunan adalah gaya hidup kita,” tandas Kandouw.

Oleh karena itu, lanjutnya, kerukunan dan toleransi antar sesama umat manusia yang telah tercipta dengan sangat baik di Sulut, harus terus dijaga dan dilestarikan. Sebab, gaya hidup rukun yang dimiliki masyarakat Sulut, adalah barometer bagi masyarakat dearah dan negara lain.

“Kerukunan ini harus kita lestarikan, jaga dan pertahankan. Ini adalah dasar kita bersama untuk terus bangkit dan terus membangun daerah Sulut ini semakin baik dan lebih baik lagi untuk masa yang akan datang,” tutur Kandouw, dalam sambutanya pada kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Walikota Manado Richard Sualang dan Ketua FKUB Sulut Pdt Lucky Rumopa itu.

Tinggalkan Balasan