Bakal Dihadiri 700 Ilmuwan dari 24 Negara, ICSCR Hentak Sulut 13-15 Desember 2024

Manado – Kota Manado akan menjadi tuan rumah Konferensi Internasional Terumbu Karang Lestari (International Conference on Sustainable Coral Reefs/ICSCR).

Kegiatan yang akan berlangsung Jumat (13/12) hingga Minggu (15/12) ini akan menghadirkan lebih dari 700 ilmuwan dari 24 negara di CTI Center dan Grand Kawanua Convention Center, Manado.

Berbagi inovasi dan Solusi demi pelestarian terumbu karang yang menjadi sumber penghasilan perikanan dan ketahanan pangan global menjadi bahasan konfrensi ini.

Prof Dwisuryo Indroyono Soesilo selaku ketua Panitia International Conference of Sustainable Coral Reefs 2024 menuturkan, acara international tersebut hendak meneruskan gaung dari iven WOC, CTI Summit dan Sail Bunaken yang membuat Sulawesi Utara mendunia.

“Konferensi international tersebut akan menghasilkan pesan penting untuk penyelamatan terumbu karang dunia,” katanya Kamis (12/12/2024).

Ungkap dia, Sulut juga bakal mendunia di iven kali ini. Para ahli sedunia akan kumpul di Sulut membahas isu kelautan dan deklarasi.

“Ada peserta dari 24 negara,” katanya.

Ia menyebut terdapat delapan goals dalam konferensi tersebut. “Diantaranya peluncuran buku, kemudian ada progress Lautra dan proposal Unesco untuk ikan Coleacant,” katanya.

Dia membeber, rangkaian kegiatan tersebut akan dimulai kegiatan makan gratis di Bitung. Kemudian ada pembahasan.

“Ada juga transplantasi terumbu karang di Desa Tihowo kabupaten Minut,” katanya.

ICSCR sendiri diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Nusantara 2024 dan 15 Tahun Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF).

Acara akan dibuka oleh Menteri Kelautan dan Perikanan dan dihadiri oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/BAPPENAS), Direktur Eksekutif CTI-CFF, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), berbagai lembaga internasional antara lain World Bank, Environmental Fund Management Agency, US Agency for International Development (USAID), International Coral Reefs Initiative (ICRI) dan Global Coral Reef Monitoring Network (GCRMN).

Terdapat 13 topik kunci yang dibicarakan, dengan berbagai pemaparan menarik yang akan dibawakan, antara lain: “Status Terumbu Karang Dunia” oleh ICRI-Perancis; “Molluska Pada Terumbu Karang Di Sulawesi Utara” oleh Universitas Sam Ratulangi; “Status dan Cara Merestorasi Terumbu karang” oleh ZMT-Bremen, Jerman; “Peran Laut Indonesia Menghadapi Perubahan Iklim Global” oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan; “Penggunaan Machine Learning Untuk Mengamati Pemutihan Karang dan Gelombang Panas di Laut” oleh Sun Yat Sen University, Tiongkok; “Terumbu Karang Sebagai Potensi Penemuan Obat Baru” oleh Hokkaido University, Jepang; dan “Ekonomi Biru di Taman Nasional Raja Ampat, Papua Barat”, oleh Charleston College, South Carolina – USA.

Pada kesempatan ini, Kementerian PPN/BAPPENAS akan meluncurkan dokumen: ”Terumbu Karang Indonesia: Masa Kini dan Masa Depan” sebagai rujukan untuk konservasi, preservasi, rehabilitasi dan pemanfaatan secara lestari terumbu karang di Indonesia.

Tinggalkan Balasan