Mitra- Baliho wilayah bebas rokok yang dibuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Mitra muncul di sejumlah lokasi di Kabupaten Mitra. Pemasangan baliho tersebut bermaksud mengedukasi masyarakat tentang bahaya merokok, tapi sayangnya baliho itu justru menuai kecaman.
Sejumlah warga menuding, pembuatan Baliho itu hanyalah penghabisan anggaran sebagaimana kebiasaan instansi pemerintah di akhir tahun.
Menurut penuturan selah satu warga Ratahan Alfendy Rayo mengatakan, pemasangan Baliho di bulan Desember mengundang curiga.
“Bukan rahasia umum jika setiap instansi selalu habiskan anggaran pada bulan Desember,” kata dia.
Bentuk baliho juga mengundang kecurigaan. Ia menilai, baliho itu terlalu besar untuk tujuan hanya memberitahu larangan itu ke penghuni kantor, tempat dipasanginya baliho itu.
“Terlalu besar, bentuknya juga sangat norak, mestinya cukup stiker,” ujarnya.
Sementara itu secara terpisah Kadis Kesehatan Mitra Rini Tumuntuan membantah pemasangan baliho itu bertujuan menghabiskan anggaran.
“Anggaran baliho itu berasal dari pajak rokok, jadi bukan dari APBD,” katanya.
Dikatakannya, ia menggunakan pajak rokok untuk membiayai kegiatan yang berhubungan dengan rokok. Ia membantah pula jika disebut peringatan itu bakalan tak diindahkan.
“Tentu saja ada sanksi,” kata dia.
Dirinya menambahkan, ada 144 baliho, kata dia, yang terpasang di seluruh Mitra, di kantor Camat, Lurah, pekantoran serta jalan umum.
“Pemasangan baliho itu hanya satu dari upaya dinas kesehatan mensosialisasikan himbauan berhenti merokok, ” kuncinya.(Alfian Jay)




















