Bantuan Bencana Bagi 170 Rumah di Minahasa Tak Jelas

Minahasa – Bantuan untuk 170 rumah di Kabupaten Minahasa yang terkena dampak bencana banjir dan tanah longsor medio Januari 2014 silam, yang dijanjikan pemerintah hingga kini tak ada kejelasan. Pasalnya, hingga kini janji tersebut tak kunjung realisasi.

Padahal, sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa telah menyatakan bahwa 170 rumah ini segera mendapat bantuan dan bahkan telah dilakukan dua kali verifikasi oleh pemerintah pusat.

“Katanya sudah tidak lama lagi akan dicairkan bantuan tersebut, tapi hingga kini tidak ada kejelasan, harusnya kalau tidak jelas, pemerintah harus terbuka dan jangan hanya janji-janji saja,” ujar warga Tombariri ini yang enggan namanya disebutkan, yang rumahnya terkena dampak bencana.

Terkait hal ini, Kepala BPBD Minahasa, Johanis Pesik SIP melalui Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Alex Dotulong MT, ketika ditemui Cybersulutnews.co.id, Rabu (08/04), membenarkan bila bantuan tersebut belum ada jawaban pasti.

“Memang sebelumnya telah dijanjikan akan mendapat bantuan untuk 170 rumah yang diusulkan bersama dengan Kota Manado, tapi perkembangannya hingga kini belum ada kepastian karena ketika kami konsultasi dengan Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi di BNPB RI tidak mendapatkan jawaban pasti artinya masih diminta untuk menunggu, jadi kami minta warga juga bersabar menunggu,” ungkap Dotulung.

Diberitakan sebelumya, sekitar 170 rumah di sejumlah tempat di Kabupaten Minahasa yang terkena dampak bencana banjir beberapa waktu lalu, bakal menerima bantuan dana dari pemerintah pusat.

Rencana pemberian bantuan yang merupakan hasil usulan Pemerintah Kabupaten Minahasa ini, nantinya akan disesuaikan dengan kondisi kerusakan yang dialami tiap rumah.

“Tiap rumah yang terkena dampak bencana ini telah diinventarisir sesuai kerusakan yang dialami, sehingga pemberian nominal bantuan ini nantinya akan menyesuaikan mulai dari rusak berat, sedang dan rusak ringan. Nominalnya dimulai dari Rp 20 juta hingga Rp 40 juta,” terang Pesik kala itu.

Dikatakan Pesik, kepastian kapan pastinya pencairan anggaran bantuan tersebut masih harus menunggu dari pemerintah pusat.

“Usulan sudah diakomodir oleh pemerintah pusat. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada realisasi, untuk itu warga yang terkena dampak bencana banjir ini diharap dapat bersabar. Untuk yang belum terakomodir akan tetap diusulkan kembali dan semoga juga bisa terakomodir,” ujarnya.

Sementara, bantuan dana bagi korban bencana banjir ini paling banyak terdapat diwilayah Kecamatan Tombariri, Tombulu, Mandolang, Pineleng dan beberapa Kecamatan lainnya.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan