Bendi Semakin Menghilang di Tomohon, Yus Tetap Setia Jadi Kusir

Tak Berkategori

Tomohon – Usia renta tak menghalangi Yus Wongkar, 64 tahun warga Kelurahan Wailan Kecamatan Tomohon Utara untuk menekuni profesi sebagai Kusir Bendi sebutan warga Sulawesi Utara (Sulut) atau di Pulau Jawa dikenal dengan Delman.


Selama 45 tahun pria lanjut usia ini sehari-hari tetap setia memegang kendali kusir bendinya untuk mengidupi istri dan anak-anaknya.


“Sejak usia 15 tahun saya sudah jadi kusir bendi. Suka duka menjalani profesi ini sudah saya alami,” ucap pria ini sambil terus memacu kendali bendinya.


Namun satu hal menyolok yang dirasakan opa dengan beberapa cucu ini adalah penghasilan yang setiap hari semakin sedikit.


“Setiap hari saya mendapat penghasilan rata-rata Rp 50 ribu. Namun jumlah itu belum untuk membeli makanan kuda,” ucap Yus dengan raut wajah yang tetap memperlihatnya semangat di usia tuanya.


Yus bertutur, hal tersebut dikarenakan warga Kota Tomohon sekarang ini lebih senang menggunakan jasa ojek atau pun angkutan kota yang kini sudah beroperasi melayani banyak jalur di Kota Tomohon.


Tak heran keberadaan bendi di Kota Tomohon semakin sedikit. Untuk itulah Yus pun menggarap ladang milik orang lain di kaki gunung Lokon.


Begitu besar semangat Yus mengais rejeki sebagai petani meski nilai rupiah yang didapatnya relatif sedikit.


“Kalau Gunung Lokon tak mengeluarkan letusan, penghasilan saya mengolah sayur mencapai Rp 300 ribu. Namun belakangan abu vulkanik Lokon merusak sayuran. Otomatis saya tak bisa memanen sayuran,” tutur Yus. 


Pria ini pun berharap keberadaan transportasi Bendi di Kota Bunga tak tergerus dengan modernisasi zaman karena sebagai salah satu ikon pariwisata.


“Saya akan terus menjalani profesi ini selama saya mampu karena sebagai kusir bendi saya sudah menghidupi keluarga saya selama bertahun-tahun,”kunci Yus.

Tinggalkan Balasan