Jalin Sinergi Pendidikan, FIPP UNIMA dan KPID Sulut Teken Kerja Sama; Mahasiswa Baru Antusias Serap Materi Literasi Penyiaran

Tomohon – Langkah strategis menjembatani dunia pendidikan tinggi dengan pengawasan dan literasi penyiaran diwujudkan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado (UNIMA) bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Utara.

Kedua belah pihak resmi menandatangani Nota Kesepahaman Aksi atau Memorandum of Action (MoA), yang dirangkaikan dengan kuliah umum khusus bagi ribuan mahasiswa baru angkatan 2026 dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB), Kamis (6/8/2026).

Penandatanganan MoA dilakukan langsung oleh Dekan FIPP UNIMA, Dr. Aldjon Nixon Dapa, S.Pd., M.Pd., bersama Ketua KPID Sulawesi Utara, Pengasihan S. Amisan, S.IP., M.Si. Kesepakatan ini menjadi landasan kerja sama menyeluruh yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan literasi media dan penyiaran yang semakin mendesak di tengah arus informasi digital.

Tak sekadar penandatanganan, momen tersebut sekaligus menjadi wadah pembekalan mahasiswa baru melalui kuliah umum bertema “KPID, Medsos dan Pengawasan Isi Siaran”. Ketua KPID Sulut, Pengasihan S. Amisan, didampingi jajaran komisioner — Yoke F. X. Senduk, S.H., M.Si., Rivan Kalalo, S.Pd., M.Pd., dan Reidi F. Sumaul, S.H., S.Sos. — secara bergantian memaparkan materi yang kaya wawasan dan relevan dengan kehidupan masa kini.

Para narasumber menjelaskan peran dan fungsi KPID sebagai lembaga independen yang mengawasi siaran televisi dan radio agar senantiasa berpedoman pada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Lebih jauh, mereka juga mengupas perkembangan pesat media sosial serta tantangan besar yang dihadapi masyarakat dalam menyaring informasi yang bertebaran tanpa batas.

Mahasiswa baru dibekali pemahaman mendalam soal pentingnya literasi digital, etika bermedia sosial, kemampuan memilah informasi yang kredibel, hingga kewaspadaan terhadap maraknya berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, dan konten yang melanggar norma serta aturan. Pesan yang disampaikan tegas: mahasiswa harus menjadi garda terdepan generasi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan ruang digital.

Suasana kuliah umum berlangsung hidup dan interaktif. Para mahasiswa baru tampak sangat antusias menyimak paparan, tak segan-segan mengajukan beragam pertanyaan — mulai dari batas pengawasan konten di media sosial, peran KPID di era digital, hingga tanggung jawab kaum muda dalam menciptakan ruang informasi yang sehat dan beretika. Antusiasme itu mencerminkan kesadaran generasi muda yang baru melangkah ke gerbang kampus akan pentingnya literasi media di tengah banjir informasi saat ini.

Dekan FIPP UNIMA, Dr. Aldjon Nixon Dapa, menyampaikan bahwa pemilihan tema literasi penyiaran dan media digital dalam rangkaian PPKMB bukanlah kebetulan. Ini adalah wujud kesadaran fakultas bahwa bekal akademik saja tak cukup; mahasiswa harus pula memiliki ketangguhan berpikir dan beretika di tengah gempuran teknologi informasi yang terus berkembang pesat.

“Kami ingin mahasiswa baru tidak hanya mengenal kehidupan akademik di kampus, tetapi sejak awal dibekali wawasan yang sangat relevan dengan tantangan zaman. Literasi media bukan hal tambahan, melainkan kebutuhan pokok setiap orang di era informasi ini,” ujar Dekan.

Melalui MoA yang baru saja ditandatangani, FIPP UNIMA dan KPID Sulut berkomitmen melaksanakan berbagai program kolaboratif berkelanjutan — mulai dari seminar, pelatihan, penelitian bersama, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan sinergi ini tak hanya memperkaya kualitas pendidikan di kampus, tetapi juga memperkuat budaya literasi media yang sehat, cerdas, dan bertanggung jawab di kalangan mahasiswa maupun masyarakat luas.

Kerja sama ini pun menjadi penanda bahwa FIPP UNIMA bertekst mewujudkan lulusan yang tak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kecakapan literasi digital, kesadaran etika bermedia, serta kepedulian nyata terhadap kualitas informasi yang beredar di ruang publik — sebuah bekal berharga bagi mahasiswa baru dalam melangkah dan berkarya di era komunikasi modern.

Tinggalkan Balasan