
Manado – Puluhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berpartisipasi dalam kegiatan Wisata Kuliner Ramadhan (WKR) 2025 yang digelar Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
WKR ini sendiri diadakan di dua lokasi strategis kawasan Megamas, yaitu lapangan basket megamas dan parkiran megamall yang berlangsung sejak 28 Februari hingga 28 maret 2025, dengan total tenant 65 UMKM, terdiri dari, 34 tenant Parkiran megamall dan 31 tenant lapangan basket.
Lokasi strategis, harga yang terjangkau dengan variasi makanan maupun minuman yang beragam, menjadikan WKR BI ini tampak ramai dikunjungi.
Pemilik tenant Kuliner Nusantara Yeni, kepada wartawan cybersulutnews, Senin (10/2/2025) mengaku memiliki omzet Rp. 3-4 Juta per hari.
Wanita berwajah Oriental ini menjajakan lalapan, ayam bakar, ayam rendang, mujair bakar dan goreng, nasi goreng serta menu lainnya.
“Saya sudah sering mengikuti kegiatan yang dibuat oleh BI Sulut. Saking seringnya, saya lupa pertama kali ikut,” kata dia sambil terkekeh.
Ia mengaku bersyukur karena bisa mendapatkan kesempatan berjualan.
“Kami hanya harap ke depannya panitia bisa menyediakan tempat duduk dengan memperhatikan kondisi hujan. Sama seperti ini kalau hujan turun, pengunjung tidak mau duduk makan,” katanya.
Lain lagi Diah, pemilik Kios Alfatih. Perempuan yang menjual siomay, batagor dan gado-gado ini mengaku memiliki pendapatan hingga Rp. 2 juta per hari.
Tiap porsi, baik batagor, siomay maupun gado-gado iya jual dengan harga sama yakni Rp25.000. Itu sudah dapat bonus air mineral.
Harga terjangkau ini yang menurutnya menjadi daya tarik pengunjung selain rasa yang enak.
“Insya Allah ramai. Pendapatan tidak tergantung cuaca, setiap hari banyak pengunjung,” Diah menjawab wartawan.
Terkait fasilitas dari BI ini menurutnya sangat membantu dalam ia berusaha.
“Dua kali dalam setahun BI melaksanakan kegiatan ini dan saya selalu ikut,” ujar wanita berjilbab ini sambil berharap kegiatan ini terus diadakan.
Ada pula RM Tanjung Jaya yang terpantau ramai dikunjungi.
Tenant yang menjual ayam rendang, ayam lalapan, ayam serundeng nasi goreg dan menu lainnya ini juga menghasilkan jutaan rupiah per harinya.
“Omsetnya lumayan,” ujar Sani sang owner.
Harga menu yang dijualnya dimulai dari Rp 25.000 hingga Rp35.000.
“Untuk untungnya, masih dihitung ya. Kan masih harus dipotong modal berputar tiap hari,” ungkapnya.
Namun, perempuan yang ramah ini sangat bersyukur menu yang ditawarkannya cukup diminati pengunjung.
Kegiatan WKR ini sendiri berjalan berkat kolaborasi antara BI Sulut dengan PT Mega Jasa Kelola dan De’Gendis EO ini juga menghadirkan penukaran uang rupiah lewat kas keliling.
Untuk memudahkan dan memberikan pilihan metode pembayaran, setiap tenant sudah tersedia QRIS. Di mana hal ini juga untuk mendukung program Bank Indonesia dalam meningkatkan volume transaksi di Sulawesi Utara.
Selain memasalkan penggunaan QRIS, Bank Indonesia Sulut juga memanfaatkan momen ini untuk melakukan sosialisasi Cinta Bangga Paham atau CBP Rupiah. Hal ini untuk mengedukasi masyarakat agar memperlakukan uang rupiah dengan baik.





















