Produk Rempeyek Ikan Roa Bisa Ekspor ke Jepang, Owner Wawu Cemilan : Terima Kasih Bank Indonesia

Manado – Sejumlah UMKM binaan Bank Indonesia ambil bagian dalam event Wisata Kuliner Ramadhan (WKR) 2025 yang diselenggarakan BI Sulut, sejak 28 Februari hingga 28 Maret.

Wawu Cemilan merupakan 1 di antaranya.

Olvita Runtuwene pemilik brand Wawu Cemilan mengaku hingga hari ini penjualannya banyak.
Target dari BI per harinya sebesar Rp1,3 juta mampu dipenuhinya.

Produk yang ia tawarkan ada beberapa varian. Namun, kata dia, yang paling laris adalah rempeyek dengan rasa ikan roa.

Ia mengaku sengaja hadirkan rempeyek dengan rasa khas Sulut.

Menurutnya, biasanya rempeyek itu rasa kacang. Tapi dikreasikan lagi dengan penambahan khasnya Sulawesi Utara.

“Selain rasa ikan roa, varian lainnya yang kami jual adalah rempeyek rasa tuna dan cakalang,” benernya.

Ia mengakubmenjual produk rempeyei ni dengan harga 18.000 per kemasan.

“Produk ini sudah ekspor ke Jepang,” akunya kepada wartawan, Senin (10/3/2025) malam.

Karena difasilitasi oleh Bank Indonesia Provinsi Sulut, lanjutnya, sehingga produknya bisa ke luar negeri

“Jadi kami ikut pendidikan yang dibuat oleh Bank Indonesia selama satu tahun. Yang lulus pelatihan itu diberikan sertifikat Wanua (Wirausaha Unggulan). Kemudian difasilitasi oleh BI adalah mendapt  izin PIRT dan halal,” ungkapnya.

Yang paling penting juga, UMKM bimbingan BI tahun 2024 ini, mengaku mendapat pasar baru.

“Bank Indonesia juga ikut mencari atau mempertemukan dengan buyers,” tuturnya.

Ia pun sangat berterima kasih kepada BI yang telah membantunya hingga usahanya sudah mulai disukai bukan hanya lokal saja, namun bisa ke luar negeri.

Diketahui, produk UMKM binaan BI yang dijual di WKR ini cukup banyak, mulai dari kuliner hingga kriya. Memang tidak semua usaha yang menjadi bimbingan bank sentral Republik Indonesia ditampilkan. Yang tampil hanya yang dekat dengan Kota Manado saja.

Tinggalkan Balasan