
Mitra – Baru sehari pemerintah mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), gelombang protes langsung menyeruak di sejumlah daerah. Tak terkecuali daerah Minahasa Tenggara (Mitra). Seruan aksi protes dari sejumlah kalangan langsung menggema, salah satunya datang dari Organisasi Pengusaha Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) Mitra. Mereka menyerukan agar angkutan umum di Kabupaten Mitra mogok operasional besok.
“Aksi ini akan dilakukan secara serentak di seluruh daerah di Indonesia. Jika pemerintah tidak memberikan subsidi kepada angkutan pelat kuning, rencananya besok Rabu (19/11) kami akan melakukan aksi mogok massal menentang kenaikan BBM,” ketus Ketua DPC Organda Mitra, Alfian Tompunu Selasa (18/11) .
Menurut Tompunu bahwa,mogok massal ini adalah perintah langsung dari DPP Organda untuk ditindak lanjuti oleh DPC seluruh kabupaten/kota yang ada di Indonesia.Hal ini dilakukan sebagai bentuk tuntutan kepada pemerintah agar memberikan subsidi bagi angkutan umum pelat kuning. Pasalnya, kenaikan BBM dipastikan akan mempengaruhi kenaikan di semua sektor lainnya. “Jika tidak ada subsidi dari pemerintah, mau tidak mau, tarif angkutan harus dinaikkan. Perusahaan tentunya tidak mau merugi. Sedangkan kalau tarif dinaikkan, pastinya kami yang akan disalahkan oleh masyarakat. Padahal bensin, onderdil, perawatan kendaraan pasti naik seiring kenaikan BBM,” tuturnya.
Aksi ini sendiri menurut dia, direncanakan akan dilakukan dimulai sekira pukul 06.00 WITA. Seluruh angkutan umum yang ada di Mitra akan diarahkan untuk berhenti beroperasi secara serempak. “Semuanya. Mulai dari bus AKDP, angkot, dan angkutan umum lainnya yang bernaung di Organda.Pokoknya semua diarahkan untuk melakukan mogok massal,” tegasnya.
Rencana mogok masal ini ternyata mendapatkan dukungan dari organisasi sopir yang ada di Mitra, salah satunya dari Aliansi Sopir Tombatu Langowan (ALSTUWAN). Albert Poluan selaku Ketua ALSTUWAN mengatakan, sikap yang di ambil Organda sudah sangat tepat.“Kami mendukung langkah yang diambil Organda. Karena jelas saja kenaikan harga BBM ini menyulitkan kami yang berprofesi sebagai sopir angkutan umum. Kami harap, apa yang dilakukan Organda ini akan berdampak positif bagi masyarakat pada umumnya,” ujarnya.
Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan harga BBM naik Rp 2000 per-liternya. Harga Premium yang semula Rp 6500 per liter, kini naik menjadi Rp 8500 per liter. Sedangkan harga Solar yang sebelumnya Rp 5500 per liter naik menjadi Rp 7500 per liter.(Alfian Jay)




















