BI-Pemprov Sulut Dorong Perkembangan Enterpreneurship dan UMKM

Peresmian enterpreneurship center dan kuliah umum. Kerjasama pemerintah provinsi Sulut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Sulut, Universitas Katolik De La Salle Manado, Senin (25/11)
Peresmian enterpreneurship center dan kuliah umum. Kerjasama pemerintah provinsi Sulut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Sulut, Universitas Katolik De La Salle Manado, Senin (25/11)

Manado – Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) terus mendorong perkembangan enterpreneurship dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di daerah tersebut.

Kepala Kantor BI Perwakilan Sulut, Luctor Tapiheru mengatakan enterpreneurship merupakan pilar penting bagi pertumbuhan ekonomi suatu bangsa.

“Tingkat enterpreneurship di Indonesia khususnya di Sulut masih sangat rendah, kondisi ini tercermin dari masih membludaknya masyarakat yang masuk pegawai negeri sipil,” kata dalam Peresmian enterpreneurship center dan kuliah umum. Kerjasama pemerintah provinsi Sulut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Sulut, Universitas Katolik De La Salle Manado, Senin (25/11)

Katanya, perkembangan enterpreneurship dan UMKM di Sulut pada beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang menjanjikan.

“UMKM di Sulut tumbuh masing-masing 5,07 persen dan 32,05 persen dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini,” jelasnya.

Ia mengatakan namun, indikator kemajuan ekonomi Sulut yang menggembirakan tersebut akan semakin baik apabila dipadu dengan indikator inclusive economic growth.

“Dimana perlu disadari bahwa Pertumbuhan ekonomi Sulut perlu juga dibarengi dengan penurunan pada angka kemiskinan dan pengangguran,” katanya.

Lanjut ia jelaskan, terobosan Unika De La Salle dalam pengembangan enterpreneurship di Sulut, perly mendapat apresiasi dan dukungan dari kita semua.

“Mahasiswa merupakan aset penting dan memiliki peran krusial dalam pengembangan dunia usaha lewat penciptaan usaha-usaha baru yang kreatif dan inovatif,” katanya.

Dengan ditetapkan Unika De La Salle sebagai pilot project, katanya pemberdayaan universitas sebagai mitra pengembangan enterpreneurship di daerah yang melibatkan segenap stakeholder terkait yang bersinergi mencapai tujuan yang sama.

Wakil Gubernur Sulut, Djauhari Kansil mengatakan ini merupakan keuntungan bagi Sulut yang akan terbentuk wirausaha mudah.

“Oleh karena itu sebagai komitmen membangun sumber daya manusia, wirausaha di masa yang akan datang, pendidikan harus yang berkualitas dan berdaya saing tinggi,” katanya.

Lulusan sarjana ekonomi, katanya belum dikatakan lulus jika belum ada usahanya.

“Diharapkan lulusan-lulusan sarjana ini tidak mencari kerja tapi menciptakan lapangan kerja dan mampu memiliki kualitas di masa yang akan datang,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, katanya pihaknya menyambut baik kegiatan ini dan diharapkan mampu menciptakan manusia yang berjiwa wirausaha dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan memajukan Sulut.

Hadir pula alam kegiatan tersebut Uskup Manado, Yosep Suwatan dan instansi-instansi terkait lainnya.(Nancy Tigauw)

Tinggalkan Balasan