Bimtek Penilai Properti Tingkat Dasar Ditutup, Hasilkan Aparatur ‘Berprofesi Mahal’

Minut – Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilai Properti Tingkat Dasar untuk Penilaian Barang Milik Daerah (BMD) yang diselenggarakan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (14/5/2025) ditutup Kepala BKAD Sulut, Clay June Dondokambey mewakili Gubernur Yulius Selvanus.

Dalam sambutannya, Clay membuka dengan menyampaikan salam hormat dan apresiasi yang tinggi dari Gubernur Yulius Selvanus dan Wagub Victor Mailangkay kepada seluruh mentor, nara sumber, pengajar dan seluruh peserta baik dari provinsi maupun perutusan pemda kabupaten/kota.

Clay mengatakan, para peserta patut berbangga karena bisa diajar oleh para pengajar kompeten, sehingga ketika selesai diharapkan output dari kegiatan ini bisa dirasakan yakni mereka bisa menjadi penilai BMD yang kompeten.

“Ini tentunya harus segera diterapkan, khusus untuk peserta dari Provinsi, saya menunggu pemaparan dari kalian agar kita bisa secara bersama mengetahui hal terkait penilaian property BMD ini,” ujar pria yang tepat hari ini berulang tahun.

Lebih lanjut, Clay mengatakan bahwa kita semua harus memiliki kesadaran (sense) yang sama terkait pengelolaan BMD. Paradigma bekerja untuk asset menurutnya tidak relevan lagi, tetapi harus diganti dengan asset yang bekerja.

“Saat ini, kelihatan asset kita besar secara quantitas tapi belum berimbang dengan kualitas. Masih banyak yang belum terberdayakan seperti yang kita harapkan bersama. Karena itu, perlu effort (upaya) atau ikhtiar untuk mengoptimalkan pengelolaan BMD salah satunya dengan membekali aparatur seperti Bimtek Penilaian Properti Tingkat Dasar ini,” terangnya.

Menurut Clay, kegiatan Bimtek ini telah ia laporkan ke BPK dan mendapat respon yang sangat baik. “Kepala Perwakilan BPK Sulut sampaikan bahwa kegiatan ini bagus karena bisa menghasilkan aparatur berprofesi mahal. Makanya saya minta ilmu yang kalian dapat jangan disimpan sendiri tetapi langsung dipraktekkan,” imbuhnya.

Kepala Kanwil DJKN Suluttenggomalut, Indriasari Sundoro di tempat dan kesempatan yang sama mengatakan rasa bangga dan terhormat pihakna bisa menjadi bagian kegiatan ini.

Menurut dia, penilai property tingkat dasar memiliki peran krusial dalam penilaian BMD yang mencakup proses menentukan nilai ekonomi dari sebuah properti, seperti tanah dan bangunan, menggunakan metode dan teknik tertentu. “Memang profesi ini mahal karena peran krusialnya tersebut,” ujar Indriasari.

Ia berharap setelah kegiatan Bimtek ini, lahir penilai barang professional yang berkontribusi langsung pada pengelolaan BMD. “Untuk jadi penilai barang, kalian tentunya butuh jam terbang. Kalian akan dibentuk oleh kegiatan penilaian yang terus menerus,” Indriani memberi advice.

Kepala Bidang Aset BKAD Sulut, Melki Matindas mengatakan, Bimtek ini menghadirkan nara sumber sebagai pengajar yang sangat kompeten dan berorientasi pada output. “Mereka ingin agar kami selesai dari Bimtek ini benar-benar memiliki kemampuan mumpuni seperti yang mereka ajarkan. Mereka tepat Waktu memulai kegiatan pembelajaran dan bahkan sampai ekstratime mengajar. Jadi mereka benar-benar pengajar yang berdedikasi,” ungkapnya.

Dari sisi Bidang Aset, Melki mengatakan bahwa yang paling penting dari kegiatan ini adalah mereka bisa mendapatkan ilmu yang secepatnya mereka terapkan. “Dalam Waktu dekat kami diperhadapkan dengan penilaian-penilaian BMD di lingkup Pemprov Sulut,” bebernya.

Kegiatan Bimtek ini sendiri dikuti 17 orang peserta.

Penutupan kegiatan dirangkai dengan pemberian sertifikat dan piagam penghargaan secara simbolis kepada peserta yang diwakili Kabid Melki Matindas, pemberian penghargaan kepada 3 peserta terbaik, pemberian penghargaan kepada para pengajar yang semuanya diserahkan Kepala BKAD Sulut, Clay Dondokambey.

Tinggalkan Balasan