by

Bupati JWS Angkat Bicara Soal Kedatangan Fahri Hamzah di Sulut Yang Disambut OD-SK

Minahasa – Soal kedatangan Fahri Hamzah (FH), Politikus yang dianggap sebagai pentolan Front Pembela Islam (FPI), ke Kota Manado dan disambut oleh Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey (OD) dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (SK), Sabtu (13/05), di Bandara Sam Ratulangi Manado, serta menjadi pro dan kontra ditengah masyarakat Sulut, Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi pun angkat bicara.

Dikatakan Bupati JWS, hal itu memang diakui menjadi hari yang tidak mengenakkan bagi warga Sulut, apalagi sebagian besar diantaranya sangat menolak hadirnya FH di Sulut.

Menurutnya, peristiwa tersebut dapat di pahami sebagai reaksi yang rasional terhadap sikap FH yang secara nyata dan terang-terangan menolak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan diduga berada di balik upaya menjatuhkan Ir Joko Widodo alias Jokowi sebagai Presiden RI.

Namun demikian dikatakannya pula, sebagai warga Sulut dan warga Minahasa, tidak bisa dengan cepat dan emosional menyalahkan OD-SK menyambut kedatangan FH di Manado.

“Kita harus sadar bahwa orang Sulut ada di mana-mana tersebar di selurun dunia dan di Indonesia. Jika OD-SK menyambut FH, sesungguhnya bukan menyambut sang provokator, tapi OD-SK bertindak sebagai Kepala Daerah yang sedang melaksanakan kewajiban konstitusi, karena FH adalah Pejabat Negara, Wakil Ketua DPR RI yang mesti disambut secara protokoler, tapi tidak berarti OD SK setuju dengan sikap FH yang radikal,” kata JWS.

JWS mengatakan, soal radikalisme dan intoleran, OD-SK bersama PDIP sudah sangat jelas dan tegas menolak hal tersebut. Menurutnya, OD-SK tetap konsisten menjaga NKRI, Pancasila dan Bhinneka Tinggal Ika, bahkan OD-SK jadi ujung tombak memenangkan Ahok pada Pilkada DKI.

“Mungkin kita perlu merenung dan bertanya ketika Ahok menuju DKI 1, apa yang kita lakukan? Jangan-jangan hanya diam dan menunggu kekalahan Ahok? OD-SK, saya dan seluruh Kepala Daerah dari kader PDIP, beberapa hari berada di Jakarta demi memenangkan Ahok-Djarot, demi tegaknya berdiri Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” tambahnya, dimana diketahui waktu itu JWS sendiri di Tanjung Priuk Jakarta Utara, bantu Ahok-Djarot dengan menggelar pasar murah 5.000-an paket utk rakyat miskin.

Kata JWS lagi, jika kemarin OD-SK bersikap seperti itu (menyambut FH), wajar karena kewajiban konstitusi. Dan OD-SK bisa memahami suasana emosional dan kebatinan masyarakat Sulut terutama yang datang di Bandara, dan kantor Gubernur. Segala kata dan kalimat yang menghujat, menghina, ataupun fitnah sepanjang itu keluar dari hati yang tulus dan tidak ada motivasi apa-apa, dapat di pahami dan di terima, itu adalah reaksi yang emosional dan rasional atau hal yang wajar. Tapi, lepas dari kekurangan OD-SK, mereka sudah memberikan yang terbaik baik Sulut.

“Sebagai Bupati Minahasa saya berkewajiban membela dan menjaga eksistensi OD-SK yang adalah putra Minahasa dan simbol orang Minahasa. Orang Minahasa tidak hanya ada di Sulut tapi juga tersebar di seluruh dunia dan di Indonesia. Mari kita saling menjaga dan saling mendoakan,” pungkasnya.(fernando lumanauw)

Comment

Leave a Reply

News Feed