Calon Walikota Manado Jangan Cuma Jago ‘Ba Janji’ !

Ilustrasi Calon Walikota Manado.
Ilustrasi Calon Walikota Manado.

Manado – Karang Taruna Kota Manado rupanya mengamati bermunculannya calon-calon walikota
Manado yang akan bertanding pada Pemilukada serentak pada 9 Desember mendatang.

Para calon yang bakal maju tersebut, antara lain GS Vicky Lumentut (incumbent,red), Harley AB Mangindaan (Incumbent), Hanny Joost Pajouw, Andrei Angouw, Richard Sualang, Esther Juliana Lambey, Richard Kainage, Ferdinand Novie Mewengkang, Teddy Kumaat, dan calon lainnya merupakan wajah-wajah lama maupun baru dikancah perpolitikan Sulut dan khususnya Kota Manado.

Tentunya para calon tersebut bakal memikat para pemilih yang ada dengan visi dan misi atau
janji politik mereka masing-masing sehingga bisa “mencuri” hati warga Manado.

Kepada cybersulutnews.co.id, Ketua Karang Taruna Kota Manado, Brilliant Charles mengatakan,
dinamika politik saat ini begitu cepat berubah dan mulai memanas.

“Sudah beberapa calon sudah berani menampilkan baliho dengan visa misi yang sudah berani
diumbar. Hal ini semakin menimbulkan pertanyaan dikalangan masyarakat Kota Manado, mau
dibawa kemana kota yang kita cintai ini. Jangan sampai janji yang selalu dilontarkan selalu
diingkari dengan berbagai argumen yang menyebabkan masyarakat sudah mulai bosan dengan
janji-janji politik yang dilontarkan,” katanya.

Lanjutnya, masyarakat jangan lagi disuguhi dengan janji politik, tapi harus ada kontrak
politik dan apabila tidak dijalankan program yang dijanjikan dalam kampanye, maka siap
untuk mundur.

“Hal ini lebih realistis karena masyarakat butuh bukti bukan janji-janji belaka saja.
Terpenting setiap calon pemimpin harus memiliki konsep pendidikan gratis dan kesehatan
gratis, karena inilah yang menjadi kerinduan masyarakat Kota Manado. Jadikanlah momentum
politik 2015 sebagai ajang untuk memilih walikota yang berkualitas”.

“Hindarilah politik transaksional, hal ini harus ditanamkan kepada seluruh calon walikota dan wakil walikota.
Dan saya mengajak masyarakat untuk berpikir idialis, jangan jadi pemilih pragmatis agar
pesta demokrasi tidak tercoreng dengan hal-hal yang tidak terpuji,” jelas tokoh pemuda
Manado ini.(jenglen)

Tinggalkan Balasan