Clay Terkesan dengan Animo Masyarakat Terhadap Program Pasar Murah

Manado – Program pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Manado, terus menuai dukungan dari sejumlah kalangan masyarakat.


Dampak dari program ini turut dirasakan masyarakat Kota Manado. Apalagi program Pasar Murah ini sebelumnya menjadi gagasan Andrei Angouw dan dr Richard Sualang itu dan saat ini sementara dilanjutkan oleh Pjs Walikota Manado Clay Dondokambey.


“Animo masyarakat sangat tinggi dengan adanya program ini. Sekarang so ada 131 titik lokasi yang digelar prgram pro rakyat ini. Kami terus sosialisasikan kepada masyarakat. Karena manfaatnya sangat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tukas Clay saat meninjau pasar murah di GMIM Getsemani Sario Kotabaru, Jumat (18/10).


Ia menambahkan bahwa prgram seperti ini sangat jarang ditemui di daerah lain, apalagi menurutnya, sifatnya gratis.


“Saya sebagai petugas, sangat antusias dengan animo dan sambutan dari warga dan masyarakat. Tidak semua bisa membagikan secara gratis, jadi perlunya edukasi dari masyarakat untuk masyarakat. Kalau saya ini lokasi ke 30,” tambahnya.


Disisi lain, Pjs Walikota Clay Dondokambey menyempatkan diri mengunjungi salah-satu warga yang sedang sakit, yakni Ibu Nicolin Mokalu.


Suasana baru ketika wanita paruh baya berumur 68 tahun itu menangis saat mengetahui dapat kunjungan dari pemerintah.


“Saya kira yang seperti ini harus menjadi skala prioritas untuk mendapat perhatian pemerintah, baik bansos ataupun pelayanan kesehatan,” tutur Clay.


Tokoh Agama Titiwungen Selatan, Diaken Jane Singal sangat bangga dengan program Pasar Murah yang digelar Pemkot Manado.


“Masyarakat sangat terbantu dengan produk murah yang didapat dari pasar murah ini. Apalagi ini menyangkut ketersediaan pangan, tentu dapat meringankan beban masyarakat dalam mendapat kebutuhan pokok,” jelasnya.


Selain itu Jane berharap program seperti ini terus dilanjutkan oleh Pemkot Manado agar masyarakat akan lebih sejahtera.


Diketahui, sebelumnya Pjs Walikota Clay Dondokambey meninjau pasar murah di Masjid Baitul Istigfar Tuminting, kemudian di GMIM Imanuel Sakobar dan Masjid Firdaus Titiwungen Selatan.


Pada kesempatan itu, hadir Kadis Perkim Manado Peter Eman, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta para staf khusus.(yanes)

Tinggalkan Balasan