Daerah Bencana Mendesak Direhabilitasi, BPBD Masih Harus Menunggu Dana

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Minahasa, Alex Dotulong ST MT
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Minahasa, Alex Dotulong ST MT

Minahasa – Rehabilitasi atau pembangunan kembali sejumlah  daerah di Kabupaten Minahasa yang terkena dampak bencana Januari lalu, mendesak dilakukan.

Namun demikian, hal tersebut tak bisa serta merta dilakukan. Pasalnya, pihak terkait yang berkompeten terhadap dampak ini, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa, masih harus menunggu dana dari pusat, melalui proposal pengusulan anggaran ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Repoblik Indonesia, belum lama ini.

“Usulan sudah dikirim ke BNPB, namun kami masih harus menunggu dan berharap bantuan tersebut,” ujar Kepala BPBD Minahasa, Johanes Pesik SIP, melalui Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Minahasa, Alex Dotulong ST MT, Rabu (05/02), kepada CSN.

Dikatakan Dotulong, banyak infrastruktur yang perlu di perbaiki maupun dibanggun kembali pasca bencana tanah longsor dan banjir bandang beberapa waktu lalu.

“Dalam proposal usulan anggaran, ada banyak infrastruktur yang mendesak dibangun diantaranya, penguatan tebing jalan, pemasangan talud dan bronjong, perbaikan jalan dan normalisasi sungai penghasil yang baru-baru meluap dan menghasilkan banjir bandang,” terang Dotulong.

Lanjut dikatakannya, proposal pengusulan anggaran ini diperuntukkan bagi sejumlah Kecamatan di Kabupaten Minahasa yang terkena dampak bencana, seperti Kecamatan Tombulu, Pineleng, Mandolang, Tombariri, Tombariri Timur, Sonder dan sebagian Kecamatan Tondano Raya seperti seputaran Danau Tondano.

“Kami berharap usulan ini bisa terealisasi untuk pembangunan di Minahasa pasca bencana,” ujarnya.

Sementara, BPBD Minahasa telah mengusulkan sekitar Rp 142 Miliar ke BNPB, namun berkaca dari pengalaman sebelumnya, BPBD pernah mengusulkan sekitar Rp 100 M untuk bencana Minahasa Tahun 2011, tapi hanya sekitar 10 M yang dicairkan.

Masyarakat Minahasa berharap, untuk Tahun ini, Minahasa bisa mendapat bantuan lebih banyak sesuai dengan kebutuhan.

“Harus lebih banyak dana untuk membangun daerah rawan bencana, mengingat Minahasa memiliki kontur tanah yang memang rentan dengan bencana,” ujar Noldy Kiroyan, warga Tondano.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan