
Manado – Lagi, sikap arogansi dipertontonkan oknum anggota Polisi di Kota Manado. Terbukti, Rabu (13/11), Dewi Daroto (38) Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Lapangan Lingkungan III Kecamatan Mapanget, untuk ke dua kalinya datang bertandang ke Polda Sulut. Irt tersebut, meminta pertanggungjawaban terkait penganiayaan yang dialami putranya, Terry Herlangga Putra Soewarno (17), bersama delapan rekannya, yang terjadi di Mahkeret dan Polsek Wenang.
Kepada Wartawan, Dewi menceritakan peristiwa itu terjadi pada Minggu 20 Oktober, sekitar Pukul 04:00 Wita, saat itu, Terry bersama ke delapan rekannya usai menonton pertandingan sepak bola di kawasan Mega Mas MCD, di perjalanan pulang mereka melintas di Mahkeret, ternyata di tempat tersebut sedang terjadi pertikaian.
Mengetahui hal itu, ke sembilan pemuda tersebut bersembunyi di salah satu rumah warga dan kemudian ditangkap oleh anggota Rayon di Jalan Toar Mahkeret, kemudian dianiaya dan dibawa ke Polsek Wenang. Bukannya mengamankan, malah anggota Polsek Wenang juga ikut menganiaya ke sembilan pemuda tanggung tersebut.
“Dorang dari MCD ada ba nonton bola, kong ba singga di jalan Garuda. Ternyata kote di jalan garuda ada kacau, kong kita pe anak deng dia pe teman basambunyi, maso di orang pe rumah,” ungkap Dewi.
Setelah setengah jam mereka bersembunyi di rumah itu, Polisi kemudian datang dan langsung melakukan penganiaya terhadap pemuda-pemuda tersebut. Korban di ditidurkan di lantai dan di injak-injak oleh Anggota Rayon kemudian di ikat dan ditandang-tendang.
“Saya kesal, kenapa mereka (anggota Polisi-red) langsung melakukan pemukulan. Anak saya bersama temannya itu tidak mabuk, mereka hanya lewat, dan kebetulan disitu (Mahkeret-red) terjadi kekacauan,”keluhnya
Adanya hal tersebut, Kabid Propam Polda Sulut, AKBP Yusuf Setyadi ketika dikonfirmasi mengatakan kasus ini sementara diselidiki.
Sementara itu, Kapolsek Wenang, Kompol Refan Rompas ketika dimintai keterangan terkait pemukulan yang dilakukan oleh anggotanya mengatakan, belum mengetahui kejadian tersebut.
“Saya belum tahu. Nanti saya selidiki, soalnya kasus itu sudah dua minggu,” katanya singkat.(kontributor)


























