
Minahasa – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Minahasa, terus memacu pendapatan asli daerah (PAD) di bidang pertambangan, khususnya gailan C. Tak pelak, PAD di Dinas ESDM Minahasa terus meningkat dari tahun ke tahun.
Tercatat, sejak tahun 2013 silam, target PAD di Dinas ESDM Minahasa, terus mengalami kenaikan. Tahun 2013 lalu, PAD di bidang pertambangan ditargetkan sebesar Rp 2 miliar.
Kemudian di tahun 2014 ini, target PAD pertambangan meningkat menjadi Rp 2,3 miliar dan pada posisi bulan Agustus sudah mencapai Rp 1,7 miliar atau sekitar 77 persen. Sedangkan target PAD untuk tahun 2015 mendatang dalam KUA PPAS yang sementara dibahas di DPRD Minahasa, PAD pertambangan naik menjadi Rp 2,5 miliar.
Kepala Dinas ESDM Minahasa, Drs Donald Wagey MBA, kepada CSN, Kamis (04/09) mengatakan, untuk meningkatkan PAD di bidang pertambangan yang menjadi kewajibannya, pihaknya terus memacu perizinan pertambangan.
“Dari sektor pendapatan melalui galian C, tahun ini ada 21 ijin pertambangan yang dikeluarkan Dinas ESDM Minahasa dan empat izin lainnya sementara berproses. Untuk itu, kami terus berupaya memaksimalkan kinerja agar perizinan pertambangan bisa meningkat,” ujarnya.
Wagey optimis meski tak muluk-muluk, PAD pada sektor pertambangan galian C akan semakin meningkat bila dikelolah dengan baik. Asumsinya, meski di tahun 2015 mendatang hanya ditargetkan Rp 2,5 miliar, pihaknya pernah mencapai angka Rp 2,6 miliar di tahun 2013 dari target sebesar Rp 2 miliar. Itu berarti, ada banyak peluang meningkatkan PAD di Dinas ESDM Minahasa.
“Sementara ini juga ada empat lagi perusahaan galian C yang dianggap harus diperbaharui izinnya sesuai undang-undang yang baru, tiga perusahaan sudah proaktif dan masih ada satu lagi yang belum. Sedangkan khusus di wilayah Tondano, ada beberapa calon tambang galian C yang baru bermohon namun belum pemberkasan,” pungkasnya.(fernando lumanauw)




















