Minahasa – Dalam rangka penguatan daya saing Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Minahasa, Direktorat Jenderal Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu-RI) menggelar kegiatan penyampaian saran kebijakan Penguatan Daya Saing UMKM, dalam rangka implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), bertempat di aula Wulan SMK N 1 Tondano, Rabu (16/11).
Sebagai pembicara dalam kegiatan ini, Staf Khusus Menlu Untuk Isu-isu Strategis Duta besar Djouhari Gratmangun, Direktur Kerjasama Fungsional ASEAN dan Plt Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kemenlu RI George JS Lantu, Kasubdit Investasi dan Kerjasama Sub Kawasan ASEAN Palupi Mustajab, Diplomat Kantor Staf Ahli Juan Akbar.
Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi dalam sambutannya saat membuka kegiatan ini mengatakan, Sumber Daya Manusia dalam menyambut MEA adalah hal yang sangat penting.
Menurutnya, untuk mewujudkan hal itu perlu ada kebijakan dan strategi khusus UMKM seperti pengembangan yang diarahkan, menyederhanakan proses perijinan, memperluas basis sehingga bisa diekspor, melaksanakan pembinaan dan pemberdayaan, meningkatkan wawasan, pembangunan infrastruktur khususnya pasar tradisional dan pinjaman kredit usaha rakyat.
“Saya berharap, peran serta UMKM ini dapat menjadi andalan, tulang punggung dalam pendapatan nasional dan daerah, sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat, sehingga menjadi kontribusi nyata dalam menghadapi MEA nantinya,” ujarnya.
Dari data Pemerintah Kabupaten Minahasa tahun 2015, ada 983 Koperasi dan 5.504 UMKM yang telah memberikan pengaruh terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan pendapatan daerah, dengan pertumbuhan Ekonomi sebesar 6,17 persen dengan produk bruto domestik regional bruto atas harga berlaku mencapai 12.03 triliyun atas harga konstan 9,35 Triliyun.
Selanjutnya, Dubes Orat Gratmangun sebagai pembicara dalam penyampaiannya menyampaikan diantaranya bahwa, konektifitas adalah hal yang penting dalam MEA, karena konektivitas akan menghubungkan semua negara ASEAN, dimana hal ini sangat menguntungkan karena akan mempermudah produk-produk unggulan lokal masuk pasar ASEAN dan Pasifik.
“Dimana uang di pasar ASEAN ini akan banyak dan akan sangat menguntungkan bagi pelaku bisnis. Patner ASEAN itu ada sebanyak 10 negara dan kerjasama regional ini sangat disukai karena aman, tentram dan damai,” kata Gratmangun.
“Suatu daerah akan maju dan berkembang bila Pemimpinnya punya visi dan determinasi kemudian hal itu di dorong oleh masyarakatnya. Jadi saya berharap peran serta masyarakat Minahasa yang bagi saya sudah sangat cerdas untuk menangkap peluang ini,” tukasnya lagi.
Sementara, Direktur kerjasama Fungsional ASEAN dan Plt Direktur Kerja Sama Sosial Budaya Ekonomi ASEAN Kementrian UKM George JS Lantu, dalam pemaparannya mengangkat soal komoditi yang patut dikembangkan menjadi brand Minahasa.
“Peluang apa yang akan kita tonjolkan di Minahasa?. Sektor Pariwisata adalah hal yang menjanjikan untuk dikembangkan, dimana ASEAN sebagai pasarnya, dengan total penduduk hampir 600 juta jiwa bahkan lebih, sehingga peluang untuk memasarkan sesuatu sangatlah besar,” ujarnya.
“Bagaimana mengemasnya itu sangat penting, daya saing harus diperhatikan melalui kwalitas barang dan desain kemasan yang dipasarkan, kemudian efisiensi produksi. Kemudian juga akses dan ketepatan waktu harus konsisten dan disiplin, sebagai contoh kita akan dikenal dengan ciri khas kita dan ada disitu terus dalam waktu panjang sehingga akhirnya dikenal luas oleh banyak orang. Kontinuetas dan mampu memenuhi permintaan pasar adalah hal yang sangat penting dalam bersaing di MEA,” ujarnya.(fernando lumanauw)




















