Tomohon – Pemkot Tomohon Bersama Universitas Gaja Madah Yogyakarta kembali menggelar
Festival Panas bumi Indonesia Kedua (The Second Indonesian Geothermal Festival) digelar 5-6 Agustus 2016 di lokasi wisata Danau Linou.
Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw saat membuka Festival ini mengatakan Kota Tomohon memiliki kelebihan tersendiri dan hal ini merupakan anugerah dengan memiliki potensi-potensi sumber energi panas bumi dan ini suatu pekerjaan
rumah untuk mengolah potensi tersebut, karena hasil dari potensi ini tentunya akan sangat berguna bagi masyarakat Kota Tomohon dan pada umumnya masyarakat Sulawesi Utara.
“Dengan adanya Festival panas bumi tentunya akan memberi efek dalam bidang pariwisata karena kegiatan ini mengandung atraksi pariwisata panas bumi, dan hal ini juga merupakan nilai tambah buat masyarakat Tomohon dan Sulawesi Utara. Kami berharap kegiatan seperti ini pada tahun depan akan lebih baik dari saat ini,” terangnya.
Sementara Walikota Tomohon Jimmy Eman SE Ak selaku tuan rumah penyelenggara mengatakan pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari nota kesepahaman bersama yang telah ditandatangani pada tanggal 7 Agustus 2015 lalu. “Indonesia Geothermal Festival atau festival panas bumi Indonesia yang kedua kalinya dilaksanakan di Kota Tomohon Indonesia dilatarbelakangi Tomohon merupakan kota dengan penghasil panas bumi dan sering disebut sebagai lumbung energi di Sulawesi Utara,” kata Eman.
Bersamaan dengan dibukanya festival ini, dilaksanakan juga peluncuran pusat informasi panas bumi virtual dan merupakan pusat informasi panas bumi virtual pertama di Sulawesi Utara, disamping itu peluncuran rintisan desa wisata panas bumi. Tampak hadir wakil ketua DPRD Provinsi Sulut Ir Wenny Lumentut, Wakil Rektor UGM bidang penelitian dan pengabdian masyarakat Prof Suratman bersama rombongan, General Manager PT Pertamina Geothermal Energi Lahendong Salvis Patangke, Ir Pri Utami M Sc Ph D, serta unsur jajaran pemkot Tomohon. (mar)




















