Tomohon – Dalam menghadapi dampak pemanasan global perlu dilakukan upaya dan tindakan nyata berupa mitigasi yang berupa pencegahan, pengurangan
resiko dan kesiagaan.
Hal ini diungkapkan Assisten ekonomi dan pembangunan Ir Vonny Fitje Pontoh MBA saat menyampaikan sambutan Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak dalam kegiatan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon yang dirangkaikan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia dan bulan
menanam Nasional di Perkebunan Wawo Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan Kota Tomohon, Rabu (3/12).
“Kita sekalian tentu tidak hanya tinggal diam dan berpangku tangan, melainkan harus mengambil posisi tegas dan jelas bahwa cara yang paling tepat yang harus diambil adalah dengan melakukan rehabilitas hutan, tanah dan air, dengan
melakukan gerakan tanam dan pelihara pohon, hutan dan air,” tutup
Pontoh.
Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Ir Royke Roeroe sebagai pihak penyelenggara kegiatan dalam laporannya mengatakan maksud dan tujuan kegiatan ini di antaranya untuk lebih meningkatkan kepedulian berbagai pihak akan pentingnya penanaman dan pemeliharaan pohon yang berkelanjutan guna mengantisipasi terjadinya pemanasan global dan bencana lingkungan.
Kegiatan tersebut melibatkan pihak Jajaran Pemkot, para utusan tim
penggerak PKK kelurahan se-Kota Tomohon, unsur siswa SMA dan SMP, lembaga swadaya masyarakat pencinta lingkungan, para kelompok tani, jajaran PGE Lahendong, para pengusaha rumah panggung Woloan.
Untuk metode penanaman dilakukan secara masal dengan jumlah bibit pohon ± 5000 pohon, terdiri dari jenis cempaka, nantuk dan jenis pohon gamelina.
Turut hadir mewakili Kajari Tomohon Anita Olivia Kulla, SH, mewakili
Dandim 1302 Minahasa perwira penghubung I ketut Sudana, mewakili Kapolres Tomohon Ipda Meyti Lasut, mewakili Kepala Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai di Tondano Puji Hari Purnomo. (maria wolajan)




















