Gubernur Yulius Selvanus Motivasi Peserta Sespimti: Pemimpin Masa Depan Harus Adaptif dan Visioner

Manado – Suasana penuh semangat dan antusiasme menyelimuti Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, saat Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, memberikan pembekalan dan motivasi kepada para peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg 2025 pada Senin (8/9/2025).

Dalam forum tersebut, Gubernur Yulius tampil sebagai sosok pemimpin daerah yang tidak hanya menyampaikan pandangan, tetapi juga menginspirasi para calon jenderal masa depan bangsa.

Dalam penyampaiannya, Yulius menyoroti pentingnya kesiapan mental dan intelektual dalam menghadapi tantangan global yang terus berubah cepat, terutama di era disrupsi teknologi informasi. Menurutnya, kepemimpinan modern membutuhkan kemampuan beradaptasi, berpikir strategis, dan memiliki visi jauh ke depan.

“Saudara-saudara adalah calon pemimpin besar, calon jenderal yang akan menentukan arah bangsa ini ke depan. Karena itu, jangan hanya kuat secara fisik dan strategi, tetapi juga harus tajam dalam berpikir, cerdas dalam menyikapi perubahan, dan terbuka terhadap kemajuan teknologi. Pemimpin masa depan bukan hanya komandan di lapangan, tetapi juga arsitek perubahan,” tegas Yulius dengan penuh wibawa.

Gubernur Yulius juga menekankan bahwa kepemimpinan sejati tidak cukup hanya dengan pangkat dan jabatan. Dibutuhkan integritas, karakter kuat, serta kemampuan membangun kepercayaan publik.

Ia berharap, para peserta Sespimti tidak hanya menjadi pemimpin yang disegani dalam struktur organisasi, tetapi juga menjadi teladan yang memberi inspirasi dan harapan bagi masyarakat.

Motivasi yang disampaikan Gubernur Sulut disambut hangat oleh para peserta. Setiap pernyataan yang dilontarkan terasa sebagai suntikan semangat dan pencerahan, mengingatkan mereka akan tanggung jawab besar yang menanti di masa depan.

Selain memberikan motivasi, kehadiran gubernur dalam forum ini memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan strategis seperti Sespimti. Keduanya memiliki peran yang saling melengkapi dalam mencetak pemimpin yang tidak hanya tangguh di medan tugas, tetapi juga mampu memahami kompleksitas sosial dan pembangunan di daerah.

Penutupan acara ditandai dengan sesi tanya jawab dan foto bersama, meninggalkan kesan mendalam di benak para peserta. Momen ini bukan hanya ajang pembekalan, tetapi juga penguatan nilai-nilai kepemimpinan yang berlandaskan visi, moralitas dan kecintaan terhadap bangsa.

Tinggalkan Balasan