
Minahasa – Sejumlah guru profesional di Kabupaten Minahasa mempertanyakan janji Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Minahasa. Pasalnya, hingga kini, carryover tunjangan sertifikasi dua bulan milik guru profesional ini, tak kunjung direalisasi.
Seorang guru profesional di salah satu sekolah di Kota Tondano menuturkan, sebelumnya Dikpora Minahasa beralasan bahwa pelunasan hutang tersebut tertunda karena adanya audit dari BPK. Tapi, sudah hampir dua bulan usai audit, tak ada tanda-tanda pelunasan.
“Bila dibandingkan dengan Kota Tomohon, realisasi carryover ini sudah dilunasi sejak dua pecan lalu. Di Minahasa tak tau nasibnya seperti apa,” ujar guru tersebut, yang enggan namanya disebutkan, didampingi sejumlah rekan sesama profesi, sembari menyesali kinerja Dikpora Minahasa yang dinilai lamban.
Terkait hal ini, Kepala Dikpora Minahasa, Drs Jemmy PH Maramis, ketika dikonfirmasi CSN, Jumat (23/05) mengatakan, pencairan carryover tunjangan sertifikasi dua bulan tersebut sementara pemberkasan dan akan disalurkan dalam waktu dekat.
“Memang tertunda karena ada audit BPK beberapa waktu lalu. Tapi saat ini berkas pencairannya sementara berproses dan semoga dalam waktu dekat sudah bisa direalisasikan,” ujarnya, sembari meminta para guru profesional di Minahasa ini agar bersabar.
Sementara, 2.329 guru profesional saat ini, terdiri dari 425 guru profesional SMA/SMK, 1.841 guru profesional SD/SMP dan 63 guru profesional TK, yang masih menanti realisasi hak mereka sejak 2012 silam.(fernando lumanauw)




















