Minahasa – Menghadapi cuaca yang terbilang cukup ekstrim yakni musim penghujan di bulan Desember dan menjelang Natal 2016 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa, menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada.
Hal ini diungkap Kepala BPBD Minahasa Johanes Pesik SIP, ketika ditemui Cybersulutnews.co.id, Senin (05/12), diruang kerjanya.
Menurut Pesik, hal yang patut diwaspadai disaat cuaca seperti ini adalah bahaya tanah longsor dan banjir banjir, khususnya bagi warga yang bermukim di wilayah pegunungan maupun dataran yang lebih rendah.
“Kita tau bersama bila musim penghujan tiba apalagi cuaca terbilang cukup ekstrim, yang paerlu diwaspadai adalah bencana tanah longsor dan banjir. Jadi, bagi warga yang wilayah pemukimannya berbukit sebaiknya lebih wasapada terhadap tanah longsor dan bila warga di wilayah dataran rendah agar lebih waspada dengan banjir. Cari tempat lebih aman untuk sementara waktu bila itu dianggap sangat perlu, menyikapi kondisi di wilayahnya,” pungkas Pesik.
Selanjutnya, Pesik juga menghimbau kepada warga masyarakat yang biasa melakukan perjalanan dengan berkendara agar lebih berhati-hati di jalan, karena tanah longsor di jalur-jalur rawan pun patut diwaspadai.
“Bagi yang kerap melakukan perjalanan idengan kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat, agar tetap waspada di jalan. Hati-hati bila melintasi jalan raya yang berbukit dan berpotensi longsor. Sebaiknya mengurungkan niat melakukan perjalanan bila cuaca hujan lebat disertai angin, karena potensi tanah longsor dan pohon tumbang dicuaca seperti ini lebih tinggi dan tentu sangat membahayakan bagi jiwa kita,” tukasnya.
Sementara, soal pembersihan material longsor di jalan penghubung yang ada di Kabupaten Minahasa bila terjadi, Pesik mengatakan bahwa hal tersebut akan dikordinasikan dengan pihak Dinas PU Minahasa yang memiliki peralatan lebih memadai.
“Bila terjadi longsor atau banjir, warga diharap segera menginformasukan. Khusus longsor di jalan raya, warga yang mengetahui, kami himbau segera memberitahukan kepada kami agar kami bisa sesegera mungkin saling berkoordinasi degan pihak terkait lainnya untuk segera bertindak. Karena BPBD Minahasa tidak memiliki alat memadai untuk membersihkan material longsor,” tukasnya.(fernando lumanauw)




















