Hampir 100 Hektar Sawah Warga Jaton Diserang Hama Ulat Grayak

Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman dari BPTPH Sulut, Piyo Alex SP, didampingi Kepala BP3K Kecamatan Tondano Utara, Veya Ngantung SP dan para petani di Jaton saat meninjau lokasi sawah yang kena wabah hama ulat Grayak, sekaligus menyemprotkan pesyisida
Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman dari BPTPH Sulut, Piyo Alex SP, didampingi Kepala BP3K Kecamatan Tondano Utara, Veya Ngantung SP dan para petani di Jaton saat meninjau lokasi sawah yang kena wabah hama ulat Grayak, sekaligus menyemprotkan pesyisida

Minahasa – Hampir 100 hektar tanaman padi di perkebunan sawah Kelurahan Kampung Jawa Kecamatan Tondano Utara (Jaton), diserang hama ulat Grayak. Akibatnya, tanaman padi milik warga Jaton ini banyak yang rusak dan terancam gagal panen.

Ketua Kelompok Tani Sedulur Jaya Jaton, Muhamad Buchari kepada CSN, Kamis (03/04) mengatakan, sejak dua pekan terakhir, tanaman sawah ini diserang hama dan dalam sehari, sekitar 6-7 hektar tanaman padi terserang hama.

“Ada sekitar 100 hektar yang ditanami dan hampir semua mulai terkena hama. Dalam dua hari sekitar 6-7 hektar terkena dampak, sehingga dikhawatirkan kami gagal panen,” terang Buchari.

Dikisahkan Buchari, hama ini pernah menyerang persawahan diwilayahnya empat Tahun lalu dan mengakibatkan gagal panen.

“Terakhir kami mengalami hama ini empat Tahun lalu dan hanya memanen kurang dari 20 persen hasil sawah,” ujarnya.

Terhadap hal ini, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Tondano Utara, Veya Ngantung SP, langsung sigap dan mengambil tindakan ketika mendapat laporan dari petani dengan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan serta Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

“Kami langsung mengkoordinasikan ini dengan instansi terkait dan telah mengambil tindakan dengan penyemprotan pestisida,” ujar Ngantung.

Menurutnya, jenis hama ini memang menyerang secara tiba-tiba dan sangat ganas dalam dua fase yakni vegetatif atau menyerang batang dan daun, serta generatif atau sudah menyerang buah.

“Tingkat serangan yang ada saat ini memang sudah parah sehingga ada penangan khusus,” ujarnya.

Sementara, Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman dari BPTPH Sulut, Piyo Alex SP, saat ditemui saat berada di lokasi mengatakan, pihaknya telah memberikan bantuan alat dan pestisida untuk memberantas hama. Menurutnya, hama ini terjadi bila tingkat kelembaban dan suhu dalam keadaan tinggi secara bersama.

“Hama ini terjadi hanya spot-spot saja jadi tidak semua areal terkena, namun bila dibiarkan tentu akan menyebar. Kami bersama petani telah melakukan penyemprotan pestisida racun ringan jenis darmabas, bila dua kali tidak berhasil maka akan ada pestisida lain,” ujarnya sembari memberikan penyuluhan kepada petani cara memberantas hama ini.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan