Minahasa – Setelah sebelumnya menjadi misterius karena tak memiliki identitas alias tak dikenal, sesosok mayat yang ditemukan di Pintu Air PLTA Tonsealama identitasnya akhirnya terkuak, pasca dicari keluarga korban.
Hasil identifikasi menyebutkan jenazah tersebut adalah Alfredo Murin (21), warga Kelurahan Tataaran Dua Lingkungan 7 Kecamatan Tondano Selatan. Hal ini diketahui menyusul keluarga korban mendatangi RSUD Dr Sam Ratulangi Tondano, untuk mengecek jenazah korban, meski akhirnya keluarga menolak untuk dilajukan outopsi.
“Identitas korban diketahui setelah ayah korban datang ke RSUD Sam Ratulangi Tondano. Hanya saja,ย meski identitas korban telah diketahui, penyebab hingga korban bisa tercebur ke Sungai Tondano dan ditemukan tewas ini, masih misterius atau masih diselidiki,”ย terang Kepala Bidang Humas Polres Minahasa AKP Hilman Rohendi.
Sebelumnya, warga Desa Tonsealama Kecamatan Tondano Utara, Selasa (20/06) pagi kemarin, sekitar pukul 09.00, dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat tak dikenal, berjenis kelamin laki-laki, tepatnya di Pintu Air PLTA Tonsealama.
Penemuan mayat ini bermula saat lelaki Joice Tasiam (46), warga Jaga V Desa Tonsealama, yang merupakan pegawai di PLN yang kesehariannya bertugas di lokasi tersebut, sedang melakukan kegiatan kebersihan di seputaran Pintu Air.
Tiba-tiba, saat dirinya sementara membersihkan Eceng Gondok dengan menggunakan bambu dijembatan terapung, dia melihat sesosok yang diduga kaki manusia sedang terapung. Melihat hal tersebut, dirinya bersama pekerja yang lain langsung menghubungi pihak Kepolisian untuk tindakan selanjutnya.
“Saat sedang membersihkan Eceng Gondok di jembatan, saya melihat seperti ada kaki manusia terapung di air. Ketika mendekat ternyata benar. Kami pun langsung melaporkan kepada pihak Kepolisian,” tukas Tasiam.
Sementara, Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair SIK MH, melalui Kepala Bidang Humas Polres Minahasa AKP Hilman Rohendi, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Menurutnya, mendapat laporan masyarakat, pihaknya langsung mengambil tindakan dengan mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Sam Ratulangi Tondano untuk tindakan lebih lanjut dan mengumpulkan informasi dari sejumlah saksi.
“Kondisi korban sudah dalam keadaan bengkak. Sementara, identitas korban belum diketahui. Ciri-ciri korban memakai kaos warna hitam merk volcom, celana pendek corak hitam putih merk spyderbilt, didalam saku celana korban terdapat uang Rp 325.000 dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban,” terang Rohendi.(fernando lumanauw)




















