
Minut -Energi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) terus dikembangkan di Desa Kaleosan Kecamatan Kalawat Minahasa Utara (Minut). Bahkan nilai investasinya saat ini mencapai tujuh juta USD atau setara Rp84 miliar.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Minut Alan Mingkid Senin (22/9)mengatakan, lokasi panas bumi di Kaleosan sudah tahap eksplorasi yang dilakukan oleh Badan Geologi Bandung bekerjasama Dinas Pertambangan Energi setempat.
“Nilai investasi PLTPB itu diperkirakan mencapai 7 juta USD,” kata Mingkid.
Dia menambahkan, hingga saat ini masih tahap perampungan laporan eksplorasi. “Alat yang dipakai menggunakan MT dengan tingkat eksplorasi menggunakan tiga G yaitu Geologi, Geokimia dan Geolistrik,” kata Mingkid menjelaskan.
PLTPB itu lanjut Mingkid, nantinya menghasilkan listrik 30 MW. Dengan demikian kata dia, penyerapan listrik di seluruh wilayah Sulawesi Utara bisa mencapai 60 persen dari pasokan listrik Minut sekarang mencapai 30 persen melalui PLTA Tenggari.
Menurutnya, setelah riset tersebut dilakukan, usulan Pemkab ke Direktorat Energi terbarukan untuk Wilayah Kerja Panas (WKP), sambil menuggu persetujuan Kementrian ESDM.
“Setelah dapat data akan proyek tersebut akan ditender dan kemungkinan PLTPB di Kaleosan tahun depan bisa operasi,” tutup dia.(eca gops)






















