by

Istri Ganjar Pranowo di Mata Kristi Karla Arina

MANADO – Cantik, awet muda, lincah, humble, pintar dan merakyat, demikian Kristi Karla Arina menggambarkan sosok Siti Atikoh, istri calon Presiden RI Ganjar Pranowo, yang baru-baru ini berkunjung di Manado, Sulawesi Utara.

Kristi Karla Arina menjadi salah satu tokoh masyarakat Sulawesi Utara, yang ikut mendampingi kegiatan Siti Atikoh di Manado.

“Waktu lagi makan malam, banyak ibu-ibu yang bergoyang. Beliau tidak sampai kelar makan langsung join bergoyang dan menerima selfie dengan ibu-ibu,” ujar Kristi saat mengenang sosok Siti Atikoh.

Kristi Karla Arina mengikuti sejumlah kegiatan Siti Atikoh, mulai dari ngopi bareng di kompleks Jalan Roda Manado, belanja di pasar tradisional, hingga ikut senam ceria di area Pohon Kasih Megamas Manado, Rabu (17/1/2024).

“Inilah kami PDI Perjuangan, nyala api semangat kami tak pernah pudar sedetikpun. Sentuh rakyat dengan ketulusan, solid bergerak menangkan Ganjar-Mahfud 14 Februari 2024,” tambah Kristi.

Siti Atikoh istri Capres Ganjar Pranowo melakukan senam ceria bersama ribuan warga Sulawesi Utara, di Pohon Kasih Kawasan Megamas Manado.

Tampak hadir istri Wakil Bupati Minut sekaligus Calon Anggota DPRD Sulut Dapil Minut-Bitung, Kristi Karla Arina.

Ia hadir bersama-sama dengan istri Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Rita Dondokambey Tamuntuan dan istri Wali Kota Manado Andrei Angouw, Irene Angouw Pinontoan.

Adapun pada kesempatan itu, Siti Atikoh membeberkan program KTP Satu Kartu Terpadu Indonesia (KTP Sakti) yang digagas Ganjar-Mahfud bakal mempermudah hidup rakyat.

Ide awal KTP Sakti ini berangkat dari banyaknya program kerakyatan seperti penyaluran bansos dan lainnya yang selama ini berjalan, berbasis data yang berbeda-beda.

Sehingga muncul masalah seperti warga yang seharusnya mendapat bantuan, tetapi justru tak memperolehnya.

“Dengan adanya KTP Sakti yang integratif tentu nanti akan mempermudah bagi kita semua untuk bisa memantau, apakah penerima manfaat yang menerima itu benar-benar yang sesuai, apakah tempat sasaran atau tidak,” tuturnya.

“Termasuk juga untuk teman-teman UMKM, apakah mereka itu sudah mendapatkan pelatihan, apakah bantuan permodalannya itu sudah mendapatkan, atau untuk teman-teman yang lain terkait dengan akses kesehatan juga seperti itu,” sambungnya.

Siti Atikoh menyebut dengan adanya satu data dalam KTP Sakti, maka data penyaluran program kerakyatan lebih tepat sasaran dan merata hingga ke pelosok tanah air.

(FerdinandRanti)

Comment

Leave a Reply

News Feed