
Manado- Negara Italia membeli biji pala asal Sulut di pekan terakhir bulan November 2013.
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Feby Karambut mengatakan biji pala asal Sulut sangat diminati warga Eropa khususnya Italia yang rutin membeli komoditi tersebut.
“Biji pala yang diekspor ke Italia sebanyak 30 ton dan mampu menghasilkan devisa bagi daerah sebesar US$456.000,” katanya.
Katanya, biji pala digunakan warga Italia sebagai rempah-rempah, aroma therapy dan bahan baku farmasi.
“Komoditi pala asal Sulut memiliki ciri khas yang berbeda dari negara lain,” jelasnya.
Disperindag, katanya akan terus memfasilitasi para eksportir agar memiliki kemudahan dalam bertransaksi.
“Selain mencari pasar baru, pemerintah juga akan membantu dalam pengurusan berkas Surat Keterangan Asal (SKA) secara gratis dan cepat,” jelasnya.
Ditambahkannya, saat ini, harga biji pala di sentra perdagangan Kota Manado dan sekitarnya Rp85.000 per kilogram dan pala fulu sebesar Rp105.000 per kilogram.(Nancy)




















