Juara Dunia Junior Taekwondo, Adven Lahu Ingin Ketemu Gubernur SHS

 

Adven C Lahu
Adven C Lahu

Manado – Lagi-lagi Atlet Sulawesi Utara (Sulut) tak mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Sulut maupun Kabupaten dan Kota di Nyiur Melambai. Kekecewaan mendalam dialami, Adven Christie Lahu, atlet pada cabang olah raga Taekwondo Sulut yang masih berusia 16 tahun. Pasalnya, Adven yang pada Juni tahun 2013 lalu, berhasil mengukir prestasi dengan menjuarai kejuaraan dunia junior Taekwondo dengan tajuk Best of the Best digelar di Kota Gudeg Yogyakarta, dengan peserta atlet-atlet Taekwondo dari 26 negara, diantaranya Korea Selatan, Amerika, Malaysia, Australia, harus menelan pil pahit dengan tak mendapat perhatian sedikitpun dari Pemerintah Provinsi Sulut maupun Kabupaten Minahasa Utara (Minut), dimana dirinya berdomisili. 

 

“Pada kejuaraan itu saya juara tiga, dengan mengalahkan atlet dari Korea Selatan. Namun, saya hanya mendapatkan medali, sertifikat dan kaos saja,” ungkap Adven yang lahir pada 9 Desember 1996 ini.

 

Malah, anak Rifal Lahu yang sehari-hari berprofesi sebagai pembuat batako pada perusahaan Batako di Minut, serta ibunya, Marlin Asnawi yang membantu ekonomi keluarga dengan menjajakan kue di pasar Airmadidi ini tak mau patah arang.

 

“Sebelum saya berangkat ke Yogyakarta untuk ikut pertandingan antar negara, saya menjuarai kejuaraan Taekwondo Indonesia Timur yang digelar di Koni Kota Manado. Tapi walau mendapat medali emas, saya tidak mendapat uang pembinaan dari pemerintah, ataupun beasiswa, selain hanya uang tiket untuk mengikuti kejuaraan dunia itu,” kata Adven andalan Taekwondo Junior Sulut pada kelas Kyorugi Over 78 Kg ini.  

 

Siswa kelas 3 SMK Klabat Minut yang bercita-cita menjadi polisi ini mengungkapkan, dirinya ingin bertemu Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang (SHS) serta Bupati Kabupaten Minut, Sompie Singal.

 

“Kalau saya berkesempatan ketemu Gubernur SHS dan Bupati Minut Sompie Singal, saya mau minta agar prestasi kami diperhatikan. Setidaknya saya dan atlet lainnya bisa dijamu ketika berhasil mengharumkan nama daerah maupun negara,” ucap atlet Taekwondo dari Perguruan Hwarando Minut ini.

 

Dengan perlihatkan medali emas dan perunggu serta beberapa sertifikat yang berhasil diraihnya, diantaranya sertifikat kejuaraan junior Taekwondo yang bertuliskan Uti Pro International Clubs Open Taekwondo Championship, Adven terus optimis bahwa dirinya akan terus mengukir prestasi mampuni dengan selalu giat berlatih.

 

“Ayah selalu berpesan agar saya tidak putus asa, ataupun hanya mengejar prestasi saja. Melainkan bagaimana menjadi atlet untuk bisa terus berdisiplin, bukan hanya mengejar  prestasi sebagai atlet, tetapi bagi pendidikan di bangku sekolah,” ujarnya, sembari menyatakan dirinya akan berusaha untuk menjadi kebanggaan keluarga.

 

“Sebagai anak pertama dari tiga bersudara, saya harus bisa mengejar cita-cita sebagai polisi. Supaya bisa bantu-bantu papa dan mama serta membantu biaya sekolah dua adik saya,” kata Adven yang kembali berpesan agar Gubernur Sulut serta Bupati dan Walikota bisa menghargai prestasi atlet.

 

Mengenai penghargaan terhadap atlet Sulut mendapat tangapan dari Albert Kusen, Akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado. Menurut Kusen, warga Sulut patut berbangga atas hadirnya atlet muda berbakat yang bisa melejit ketingkat dunia.

 

“Setidak-tidaknya beri aktualisasi atau penghargaan sesuai dengan prestasi yang ditoreh, apalagi di level dunia. Mungkin bagi atlet bersangkutan sudah cukup berbangga meraih medali kejuaraan, tapi mengingat tradisi penghargaan yang diberikan pada atlet-atlet lain tidak hanya medali, maka alangkah tidak adilnya kalau atlet Taekwondo yang menyabet medali dunia itu diperlakukan berbeda dengan atlet lainnya, misalnya seorang atlet meraih emas di PON bisa dapat rumah pada saat era Gubernur EE Mangindaan. Ini bisa menjadi perhatian dan menjadi pendorong semangat atlet-atlet lainnya,” jelas Kusen, Tokoh Masyarakat Sulut ini.   

 

Data Atlet :

 

– Nama                 : Adven Christie Lahu

– Alet                     : Taekwondo Sulut, Indonesia  

– Tempat Tanggal Lahir : Minut, 9 Desember 1996

– Pendidikan           : Siswa SMK Klabat Kabupaten Minut

– Hobi dan Cita-cita   : Memancing, Jadi Polisi 

– Orang Tua            : 

  Ayah                 : Rifal Lahu 

  Ibu                  : Marlin Asnawi

– Saudara              : Sefanya Lahu (14), Rafael Lahu (8) 

– Prestasi             : – Raih Gold Kejuaraan Taekwondo    

                           Junior Indonesia Timur

                         – Raih Perunggu Kejuaraan Dunia   

                         – Juara Pertama Kejuaraan          

                           Taekwondo Sulut

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan