JWS Lepas Napak Tilas HUT Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen Sinode GMIM

Minahasa – Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, Rabu (10/06/2015), melepas rombongan Napak Tilas dalam rangka HUT ke-184 Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen tingkat Sinode GMIM, bertempat di lapangan Dr Sam Ratulangi Tondano.

Pelepasan yang diawali dengan Ibadah Pembukaan di Gereja GMIM Sentrum Tondano pada pukul 06.00 pagi ini, diikuti oleh seluruh rombongan panitia yang sudah ditunjuk.

Rombongan yang juga dipimpin langsung JWS selaku Ketua Panitia ini, kemudian terlebih dahulu mengunjungi atau berziarah di makam JF Riedel di Tondano. Selanjutnya, peserta dibagi dalam 4 Tim, dengan rute Tim I dari Tondano, Airmadidi, Kema, Girian, BItung, Danowudu, Karondoran, Klabat, Tatelu, Likupang, Kokoleh, Batu, Palaes, Wori, Molas, Manado dan Tondano.

Tim II dari Tondano, Kembes, Koka, Pineleng, Warembungan, Sea, Malalayang, Tanawangko, Munte, Tangkunei, Tincep, Sonder, Tomohon dan Tondano. Tim III dari Tondano, Tandengan, Eris, Kakas, Langowan, Atep, Rumbia, Tetengesan, Tababo, Poniki, Liwutung, Tombatu, Ratahan, Langowan, Panasen, Remboken dan Tondano, dan Tim IV dari Tondano, Remboken, Kawangkoan, Tareran, Rumoong Atas, Suluun, Pinamorongan, Tumpaan, Amurang, Kapitu, Kumelembuai, Malola, Motoling, Tompaso Baru dan Modoinding.

“Nantinya, dalam Napak Tilas ini akan dilakukan pula ibadah syukur di Jemaat GMIM Ereine Kema oleh Tim I, di Kantor Sinode GMIM oleh Tim II, di makam Schwarz Langowan oleh Tim III dan di Modoinding oleh Tim IV. Diharapkan para BPMS, utusan Wilayah dan jajaran pejabat Pemkab Minahasa untuk mengikutinya sekaligus turut memberikan diakonia,” kata Koordinator Seksi Napak Tilas, Ir Wenny Talumewo.

JWS didampingi Sekretaris Umum Pdt Evert Tangel STh MPdK juga menyampaikan bahwa dalam sejarahnya, para Pendeta yang mengunjungi Minahasa/Manado antara lain DS Montanus (1675), Yosep Kamp (1817), Muler dan Lah Merz, Johan F Riedel dan Johan G Schwarz (tiba di Manado 12 1831), Herman dan Mattern (1836 di Amurang dan Tondano), Hartig Bossert dan Ulfers (1848 di Kema, Tanawangko dan Kumelembuay) dan JAT Schwarz (1861 di Sonder).(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan