Kaur Umum Kilotiga Usir Masyarakat Dari Kampung Jika Tak Dengar Pemerintah Desa

Minsel,-Masyarakat Kilotiga makin memanas, pasalnya, sebagian masyarakat sudah gerah dengan pemerintah yang ada di Desa Kilotiga, dimana pemerintah sudah memberikan warning bagi masyarakat yang tidak mendengar pemerintah akan di keluarkan dari desa.

Hal ini pun langsung mendapat gerakan dari masyarakat, seperti ineke wahit salah satu warga desa kilotiga, yang tidak suka dengan pemerintah yang ada, yang hanya main perintah.

“Katanya kalau masyarakat yang tidak mendengar akan pemerintah yang ada, maka masyarakat tersebut harus di usir dari kampung”, ujar ineke.

Lanjut dia, apakah ini milik dari pemerintah yang dalam hal ini di pimpin oleh kumtua Nontje Tambingon, karena salah satu kaur umum Lina suling mengatakan, kalau jika masyarakat tidak mendengar maka harus usir dari kampung. Tegas Wahit.

Di tempat lain, salah satu pemuda yang ada di desa kilotiga, Temmy Warbung yang sempat membuat keributan, mengatakan kalau pemerintah di sini tidak punya hak untuk mengusir masyarakat yang ada di desa ini, karena, sebelum desa ini terbentuk menjadi desa, kami keluarga sudah menempatinya.

“Jadi jangan seenaknya mengusir orang, apakah mereka punya hak sepenuhnya untuk desa ini, dan apakah desa ini milik pribadi (mereka-red), kalau memang demikian pasti desa ini tidak akan aman, dan akan mengakibatkan perkelahian”, ucap warbung.

Janjte Sumual selaku masyarakat juga, sangat marah dengan pemerintah yang ada, karena mereka ini sudah membuat kekacauan di masyarakat.

“Mereka ingin desa ini menjadi dinasti, dan seharusnya pemerintah kabupaten harus melihat kinerja pemerintah desa kilotiga, kalau di biarkan, akan semakin memanas, dan jikalau ini terjadi, sapa yang akan di salahkan”, tegas Sumual.

Novry Tumanken Selaku saksi yang mendengar akan perkataan tersebut, di waktu pembagian raskin pada kemarin Jumat (23-05) mengatakan kalau jika tidak mendengar akan pemerintah akan di keluarkan dari desa, akan tetapi saya tidak banyak menanggapi karena ingin melakukan pekerjaan.

“Kalau mereka memang berdusta akan perkataan tersebut maka mereka termasuk pemerintah yang memutarbalikan perkataan”, tegas Novry.

Laporan: Jufan Dissa

Tinggalkan Balasan