Keberadaan Kontainer Sampah Di Jembatan Tonsealama Disoal

(foto.ilustrasi)
(foto.ilustrasi)

Minahasa – Kontainer tempat pembuangan sampah sementara di Desa Tonsealama, Kecamatan Tondano Utara, tepatnya di jembatan perbatasan antara Desa Tonsealama dan Desa Kembuan, disoal warga sekitar.

Pasalnya, kontainer milik Dinas Pasar dan Kebersihan (DPK) Kabupaten Minahasa yang disumbangkan PT PLN Persero Minahasa tersebut, dinilai mengganggu kesehatan warga, karena menimbulkan aroma berbau busuk akibat sampah yang jarang diangkut petugas.
“Keberadaan kontainer sampah ini sangat menggangu. Dahulu sebelum ada tempat sampah ini, lokasi jembatan ini terlihat bersih dan tempat bersantai. Tapi sekarang berubah menjadi tempat menjijikkan karena tumpukan sampah berbau busuk yang jarang diangkut petugas kebersihan,” ujar Viktor Lengkong (31) warga setempat, yang turut diamenkan beberapa rekannya yang bermukim di wilayah tersebut.
Kepala DPK Minahasa, Christian Vicky Tanor SPi MSi, kepada CSN ketika dikonfirmasi terkait keluhan warga tersebut menuturkan, pihaknya memang sedikit kewalahan dalam menangani persoalan sampah disejumlah wilayah di Tondano, termasuk yang ada di Desa Tonsealama ini, dengan alasan minimnya armada pengangkut sampah.
“DPK Minahasa saat ini hanya memiliki tiga amrol untuk mengangkut 11 kontainer sampah yang tersebar di seluruh Kota Tondano. Dari Tiga amrol yang ada pun, hanya dua yang maksimal beroperasi, sementara yang satunya lagi dalam kondisi yang kurang baik. Sementara itu, ada dua unit dam truck pengangkut sampah, tapi itu hanya digunakan untuk mengangkut sampah masyarakat di jalur utama di Kota Tondano,” terang Tanor.
Diakui Tanor pula, pihaknya memang membutuhkan tambahan armada pengangkut sampah untuk mengatasi persoalan sampah, tak hanya di Kota Tondano saja, melainkan di seluruh wilayah di Kabupaten Minahasa.
“Armada sampah yang ada saat ini memang masih cukup memprihatinkan, sehingga di 2014, DPK Minahasa mengusulkan tambahan lima amrol dan 30 kontainer pengangkut sampah, untuk disebarkan di wilayah Langowan raya, Pineleng Raya, Kawangkoan raya dan wilayah sonder,” ujarnya sembari berharap, apa yang menjadi usulan untuk penambahan armada sampah ini dapat terakomodir di anggaran APBD 2014 mendatang.(fernando lumanauw)