KEK Pariwisata Likupang Bakal Dahului KEK Bitung

Manado – Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara, dipastikan akan segera jalan.

KEK Pariwisata Likupang yang baru digagas di Pemerintahan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK) praktis akan mendahului KEK Bitung yang sudah bergulir sejak Pemerintahan Gubernur SH Sarundajang.

Wakil Gubernur Steven Kandouw kepada wartawan, Kamis (14/09) mengatakan, penanda KEK Pariwisata Likupang akan mendahului KEK Bitung yakni selain KEK Pariwisata Likupang telah disetujui menjadi satu dari empat prioritas pembangunan industri pariwisata di Indonesia, lahan sudah tidak bermasalah.

“Lahan seluas 2.194 hektare untuk KEK Pariwisata Likupang semua sudah siap dan tak bermasalah. Sementara lahan KEK Bitung masih terkendala sertifikat yang tak kunjung diterbitkan BPN (Badan Pertanahan Nasional),” terang Wagub.

Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur untuk mendukung pengembangan KEK Pariwisata Likupang juga terus digenjot. Pembangunan jalan baru dari Bandara Sam Ratulangi ke Likupang sudah dianggarkan dan ditargetkan rampung dalam waktu yang tidak lama.

“Bupati Minahasa Utara juga sangat mendukung. Mulai dari sisi administrasi hingga penyediaan infrastruktur, Ibu Voni berkomitmen untuk membantu,” ungkap pria yang akan dilantik sebagai Ketua Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Cabang Manado pada Jumat (15/09) besok.

Lebih lanjut Wagub mengungkapkan, berkat komitmen penuh Gubernur Olly Dondokambey untuk memajukan pariwisata sebagai leading sector pembangunan Sulawesi Utara, maka KEK Pariwisata Likupang menjadi 1 dari 4 kawasan yang jadi prioritas pembangunan pariwisata nasional.

Menurut Wagub, Gubernur Olly Dondokambey sudah tak sabar untuk me-runing pembangunan KEK Pariwisata Likupang ini. “Pak Gubernur bahkan mengusulkan jika bisa pada peringatan HUT Provinsi Sulut 23 September nanti, sudah diluncurkan,” ungkap Wagub.

Ditambahkan Wagub, pembangunan KEK Pariwisata Likupang yang diperkirakan total investasinya mencapai triliunan rupiah ini akan memberikan multiplier effect yang banyak untuk berkembangnya sektor ekonomi lain.

Hal ini juga sekaligus memberikan pemerataan kesempatan kerja yang pada gilirannya nanti mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat dan mengentaskan kemiskinan di daerah Nyiur Melambai.

Tinggalkan Balasan