Minahasa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa terus berupaya mengatasi pendangkalan Danau Tondano yang kian memprihatinkan.
Menggandeng sejumlah stakeholder dan pemangku kepentingan, Pemkab Minahasa dibawah pimpinan Bupati Robby Dondokambey SSi MAP dan Wakil Bupati Vanda Sarundajang SS, terus bergotong royong menangani pendangkalan yang menjadi salah satu penyebab utama banjir ini.
Langkah konkret yang diambil kali ini yakni berkolaborasi dengan Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara, Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, PLTA Tonsea Lama, serta Pengawasan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Sulawesi, untuk mecari solusi.
Sekretaris Daerah Minahasa, Dr Lynda D Watania MM MSi mengatakan, pihaknya sangat berharap bila Pemerintah Pusat mengambil peran lebih besar dalam penyelamatan Danau Tondano, mengingat bahwa danau ini menjadi salah satu danau prioritas nasional.
“Pendangkalan Danau Tondano sudah dalam tahap yang mengkhawatirkan. Di tengah intensitas hujan yang tinggi, debit air danau terus meningkat dan meluap ke pemukiman warga. Langkah darurat yang diambil adalah PLTA Tonsealama membuka penuh pintu air untuk mengurangi volume air danau,” ungkapnya.
Pemkab Minahasa juga, kata Watania, terus menjalankan program kerja bakti massal setiap Jumat, membentuk posko bantuan bencana dan kesehatan, serta memberikan bantuan kepada warga terdampak, termasuk pembuatan jembatan bambu sementara ke rumah warga yang terendam.
“Semua pihak yang terlibat berkomitmen untuk terus mendukung langkah-langkah strategis jangka pendek, menengah, hingga panjang dalam menyelamatkan Danau Tondano dan memitigasi dampak banjir di wilayah Minahasa,” pungkasnya.(fernando lumanauw)




















