Komisi IX DPR RI : 8 Ribu TKA China Masuk Sulut, Wagub : Hanya Transit

Manado – Komisi IX DPR RI, menyoroti adanya tenaga kerja asing (TKA) asalย Chinaย yang masuk Sulawesi Utara di tengah pandemi COVID-19.ย 

Kedatangan TKA asal China ini dikhawatirkan berpotensi membawa virus COVID-19.

Hal ini mengemuka saat kunjungan kerja spesifik Anggota Komisi IX DPR di ruang Tumbelaka kantor gubernur Sulut, Jumat (28/05/2021).

Ketua Tim yang juga merayakan Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Runtuwene mempertanyakan 8 ribuan TKA asal China yang masuk Sulut saat pandemi Covid-19.

“Berdasarkan data, TKA China yang bekerja di Sulawesi Utara hanya 200 orang, tetapi berdasarkan data yang kami temukan di lapangan ada 8.000 TKA asal China yang masuk dan bekerja di Sulut di tengah pandemi Covid-19,” beber legislator fraksi Partai Nasdem Dapil Sulut ini.

Selain itu, Felly juga menyampaikan maksud kunjungan Komisi IX juga hendak menggali sejauh mana pengawasan instansi terkait terhadap TKA yang tinggal dan bekerja di Sulut.

Kata felly, masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) ke Indonesia tak terbendung. Untuk itu, pihak Komisi IX DPR RI melakukan monitoring, menyerap dan menghimpun tenaga kerja yang masuk Indonesia.

“TKA memang sesungguhnya mendorong ekonomi dalam meningkatkan lapangan kerja. Apalagi Pemerintah memberikan red karpet terhadap tenaga kerja asing,” ujar Runtuwene.

Oleh karena itu, Felly mengimbau kepada Pemerintah untuk tetap menjaga keseimbangan ketenagakerjaan, terlebih di masa pandemi saat ini.

Tenaga kerja Lokal harusnya menjadi alternatif. Ia mengharapkan Pemerintah diminta jaga keseimbangan tenaga kerja.

Apalagi, regulasi Indonesia soal TKA harus memiliki keahlian khusus, dan ini harus diperhatikan pemerintah karena saat ini sudah sebanyak 8 ribuan TKA masuk Indonesia.

“Kedepan kiranya kepada pemerintah adanya keberpihakan kepada warga Indonesia untuk mendominasi ketenagakerjaan di Indonesia,” imbaunya.

Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw yang menerima kunjungan kerja tersebut langsung mengklarifikasi data dibeber Felly Runtuwene.

Menurut Wagub, TKA asal China yang masuk ke Sulut hanya 7 ribuan. Namun dari jumlah tersebut hanya 200 orang yang tinggal dan bekerja di daerah Nyiur Melambai.

“Sulut sebagai salah satu pintu masuk TKA asal China yang disetujui pemerintah pusat hanya sebagai tempat transit yang melakukan perjalanan k Marowali dan Maluku Utara,” ungkapnya.

Lanjut Wagub, TKA asal China yang masuk ke Sulut melalui pengawasan ketat.

Begitu masuk Sulut, langsung di-screening. Dan wajib karantina selamat 5 hari.

“Ada 5 hotel yang telah memenuhi standart untuk digunakan sebagai tempat karantina di Sulut,” katanya.

Wagub juga mengungkap pengawasan terhadap orang asing terutama TKA asal China di Sulut terus dilakukan secara ketat.

“Tim Pora terus memantau pergerakan warga negara asing yang bekerja dan tinggal di Sulut,” imbuhnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, Erny Tumundo bahwa TKA yang tercatat dan menetap di tahun 2021 hanya 54 orang.

Selanjutnya, Tumundo mengatakan bahwa petugas pengawas tenaga kerja senantiasa turun memantau secara terpadu serta responsif bersama tim khusus yang beranggotakan TNi/Polri, dan Imigrasi.

Melalui pertemuan sejumlah pertanyaan disasar oleh Komisi IX, mengingat Sulut adalah pintu masuk.
Bagi Komisi IX, masih ada celah yang sangat signifikan yang tentunya menghambat kemudahan bagi Sulut sebagai pintu masuk tenaga kerja asing, sehingga masih perlu diperbaiki.

Tinggalkan Balasan