
Manado- Kondisi ekonomi konsumen di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengalami peningkatan pada triwulan III 2013 dibandingkan sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Faizal Anwar mengatakan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Sulut pada triwulan III tahun 2013 sebesar 109,50.
“ITK sebesar 109,50 berarti tingkat kepercayaan konsumen lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya hanya 109,38,” katanya.
Katanya, kondisi ekonomi konsumen yang membaik didorong oleh peningkatan konsumsi makanan dan non makanan 109,74.
“Pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan cukup tinggi namun tidak berpengaruh pada tingkat konsumsi makanan dan bukan makanan masyarakat Sulut pada triwulan III tahun 2013,” jelasnya.
Lanjut ia katakan, membaiknya kondisi ekonomi konsumen ditandai dengan peningkatan nilai indeks komoditi pada sebagian besar komoditi makanan dan bukan makanan.
“Tingginya nilai indeks komoditi makanan dan non makanan masyarakat Sulut didorong oleh dimulainya tahun ajaran baru, adanya hari raya Lebaran dan pemberian bantuan langsung sosial masyarakat,” pungkasnya.(Nancy)
Berita keempat eko Pake foto; petani Kopra
Sulut Ekspor 5.000 Ton Kopra ke Korsel Manado, CSnews- Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengekspor kopra sebanyak 5.000 ton ke Korea Selatan (Korsel).
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Olvie Atteng mengatakan kopra sebanyak 5.000 ton tersebut mampu menghasilkan devisa bagi daerah sebesar US$1.062.500. “Ekspor kopra ke Korea Selatan merupakan peluang bagi petani Sulut karena sebagian besar petani di daerah ini memproduksi kopra,” katanya.
Katanya, kopra merupakan produk turunan kelapa yang banyak dihasilkan petani, karena memang lebih mudah cara pengolahannya, karena itu produksi kopra daerah ini cukup tinggi. Katanya, Korea Selatan merupakan negara potensial pasar kopra Sulut, selain Filipina dan Vietnam.
“Kopra diolah menjadi berbagai produk, termasuk minyak goreng, dan komoditas pangan lainnya, karena itu menjadi incaran pembeli luar negeri termasuk dari Korsel,” ungkapnya.
Sulut sendiri, ditambahkannya, dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopra terbesar di Indonesia, sebagian besar diolah menjadi minyak kelapa kasar atau crude coconut oil(CCO), tetapi sebagian kecil diekspor dalam bentuk bahan mentah, kopra.
Diketahui, harga kopra di tingkat petani Sulut saat ini berkisar Rp6.100 per kilogram(Kg), harga tersebut diharapkan akan terus naik.(Nancy Tigauw)




















