Kondisi Infrastruktur Jalan Picu Kecelakaan di Minut

Minut – Sudah 12 nyawa melayang akibat Lakalantas di Minahasa Utara (Minut) sejak Januari hingga Mei 2013. Tiga korban terakhir adalah seorang pria korban tabrak lari di jalan By Pass awal Mei lalu, serta dua siswa di jalan Desa Maumbi beberapa waktu lalu
Kasat Lantas Polres Minut AKP Romel Pontoh mengatakan, satu sebab kecelakaan adalah buruknya infrastruktur jalan. Ketiadaan lampu jalan di sejumlah tempat, ia mencontohkan, menjadi penyebab banyaknya kasus pengendara menabrak pejalan kaki.

“Banyak penabrak yang mengaku tak melihat pejalan kaki, karena tak ada lampu jalan,” kata dia.
Demikian pun kasus tabrak lari. Satu kasus di bulan Januari, seorang pejalan kaki di Desa Kolongan sempat dikira korban pembunuhan. Belakangan diketahui, jika ia korban tabrak lari. Tempat kejadian perkara (TKP) yaitu jalan sebelum pertigaan, sepi serta tidak diterangi lampu jalan. “Ia tergeletak di jalan, dikira pelaku pembunuhan, tapi ternyata merupakan korban lakalantas,” kata Romel.
Menurut Romel, secara umum, sebab utama kecelakaan adalah kelalaian pengendara. Sebab klasik yakni pengemudi mengkonsumsi miras masih banyak ditemui. “Miras juga masih dominan,” kata dia.

Dibebernya, kecelakaan terbanyak terjadi pada bulan Maret. Meski demikian, angka 12 tersebut masih “mending” dibanding tahun lalu, dimana korban meninggal dunia sebanyak 56, hingga pertengahan tahunnya berjumlah 20-an. Khusus siswa yang jadi korban lakalantas, Romel menyatakan, pihaknya giat mengadakan penyuluhan di Sekolah – Sekolah tentang keselamatan berkendara. “Kami selalu turun memberi pengarahan,” ujarnya.

John Simbuang, pengamat masalah sosial membeber, seabrek masalah lalu lintas di Minahasa Utara (Minut) mulai dari balap liar, siswa yang ugal – ugalan saat membawa kendaraan serta minimnya lampu jalan. Khusus balap liar, kata dia, amat mengherankan karena terjadi secara terang – terangan di sejumlah jalur utama di Minahasa Utara. “Kok tak ditindak tegas,” kata dia.
Menurut John, banyak terjadi lakalantas dalam balap liar, selain tindak kriminal semacam taruhan.
“Banyak generasi muda yang jadi sesat karena ikut balap liar,” ujarnya.

John pun meminta Pemkab Minut segera memerbaiki lampu jalan di sejumlah ruas jalan serta memasang lampu jalan di ruas jalan lainnya.
Kadis Tata Ruang dan Pertamanan Agus Sangian mengatakan, pihaknya berencana memasang lampu jalan di jalan SBY. “Kita berencana memasang 30 – an lampu jalan,” kata dia.
Dengan anggaran miliaran rupiah, selain pemasangan lampu di jalan SBY, juga perbaikan serta perawatan lampu di sejumlah ruas jalan di Minahasa Utara.(tmc/eve)

Tinggalkan Balasan